Penganiayaan Anak Bukan Cara yang Baik untuk Memberikan Efek Jera

 

TANJUNG REDEB – Saat berusia belia, tentu anak-anak sangat aktif dan lincah dalam melakukan aktivitas, dimana terkadang orang-orang di sekitarnya dibuat resah akan tingkahnya yang aktif tersebut.

Tetapi, tidak semua orang tua tahan dengan tingkah laku anak-anak yang semacam itu, bahkan terkadang berbagai cara pun dilakukan guna meminimalisir ataupun membatasi keaktifan seorang anak, atau dalam artian lain, memberikan efek jera kepada anaknya, agar tidak terus-terusan bertingkahpolah yang mengganggu.

Dari situs laman yang ditemukan di sosial media facebook, memperlihatkan video seorang anak yang dikategorikan masih berumur belia, dihukum dengan cara digantung. Tentu hal ini banyak mengundang hujatan-hujatan orang yang melihat video tersebut. Tetapi, tidak diketahu pasti dimana lokasi penganiayaan itu terjadi.

Salah satu akun bernama Evie Sidabutar, memberikan komentar, "Orang tua gila, anak bandel mah biasa, lagian sifat anak kan terbentuk oleh didikan orang tuanya, yang diikat gitu harusnya orang tuanya. Jangan-jangan bukan orang tua kandung," Atau akun Reska Desianda yang turut berkomentar, "Seberapa nakalnya sih sampe segitunya, hedeehh sebuas-buasnya binatang gak bakal nyiksa anaknya sendiri."

Beberapa komentar memang dapat dikatakan masuk akal, karena memang manusia yang diberi akal pikiran yang sempurna tidak mungkin bersikap tidak wajar seperti yang ada di dalam video tersebut.

Mungkin hal semacam ini dapat menjadi contoh juga teguran untuk orang dewasa khususnya orang tua. Bahwa untuk mendidik anak, untuk memberikan efek jera, tidak selamanya dilakukan dengan kekerasan hingga dapat memberikan trauma bagi psikologis pribadi anak itu sendiri. Belum lagi jika pemberian hukuman tersebut termasuk dalam tindak pidana penganiayaan anak, yang tentunya akan berurusan dengan hukum dan pihak berwajib.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia