Kaki Tersangkut Seling, Pekerja TBPP Meninggal

TALISAYAN – Kecelakaan kerja terjadi di pabrik CPO PT TBPP (Tanjung Buyu Perkasa Plantation) di Kecamatan Talisayan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, Senin (15/8/2016) kemarin, merenggut nyawa Khairon (29) warga Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih.

Kepala Administrasi PT TBPP, Danang Kristianto membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, sesaat sebelum kejadian, korban bersama rekan kerjanya sedang mengawasi pengisian buah ke dalam lori (alat penampung buah sawit yang akan direbus/disterilkan).

Setelah lori terisi penuh, kemudian dilakukan penarikan lori menggunakan mesin Capstan (alat yang berfungsi untuk menarik lori menuju sterilizer dan thresser) dengan menggunakan tali seling, namun secara tiba-tiba pengait untuk menarik lori tersebut terlepas. Akibatnya, tali seling terhentak dan kemudian mengenai kaki dan membuat korban terjatuh.

“Karena kaki korban tersangkut dan tertarik seling yang membuat kepala korban membentur lantai. Saking kuatnya hempasan itu, helm korban sampai terlempar. Tadi juga pihak Polsek Talisayan datang untuk melihat tempat kejadian,” ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (16/8/2016).

Melihat kondisi korban yang sudah tidak sadarkan diri, rekan-rekan korban langsung membawa korban ke klinik perusahaan yang berada di sekitar lokasi pabrik dan langsung ditangani dokter perusahaan. Karena kondisi korban yang tak kunjung membaik, sekitar pukul 00.00 Wita, pihak perusahaan memutuskan untuk merujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai.

“Namun pada saat kita singgah di Puskesmas Talisayan untuk meminjam tabung oksigen (O2) korban sudah meninggal dunia sekitar jam 1 malam (16/8/2016-red). Jadi meninggalnya saat dalam perjalanan dari klinik menuju Puskesmas Talisayan,” bebernya.

Pihaknya menduga, penyebab meninggalnya korban lantaran benturan di kepala yang terjadi ketika kepala korban terhempas, karena tidak terdapat luka disekitar tubuhnya. Apalagi berdasarkan keterangan dari petugas klinik perusahaan, selain terdepat memar di kepala, juga pecahnya pembuluh darah yang ada di kepala Khairon.

Saat itu juga korban yang sudah meninggal langsung dibawa ke rumah orang tua korban yang berada di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan. Sekitar pukul 10.30 pagi tadi, korban disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Manunggal Jaya. Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia 7 bulan.

Meninggalnya Khairon tersebut disampaikan Danang, merupakan kejadian pertama sejak delapan tahun terkahir. Terkait hal itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Sebenarnya kita setiap hari Senin melakukan upacara pagi selalu membahas terkait keselamatan kerja, termasuk perlengkapan alat pelindung tubuh. Bahkan, setiap tahun kita selalu mendapatkan penghargaan zero accident (kecelakaan nihil-red). Namanya kecelakaan seperti ini memang tidak bisa sangka. Yang jelas kita berharap ini yang terakhir,” ujarnya.

Sementara saat dimediasi oleh petugas Kecamatan Biatan dan jajaran Pospol Biatan, pihak keluarga korban menyampaikan, akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

“Secara kekeluargaan saja,” ujar Ulan Agustina (24) istri korban.(asc/hir)