Soal Dua Warga Pulau Derawan Ke Filipina, Ini Kata Imigrasi

TANJUNG REDEB – Tindakan nekat dua warga Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan yang ingin berangkat haji melalui Filipina, tidak bermasalah, selama kedua warga tersebut menggunakan paspor dari Indonesia.

“Berbeda jika dia berangkat tidak melalui Bidang Keimigrasian dan melalui jalur laut serta tidak menggunakan paspor, itu jelas salah,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi kepada beraunews.com, Minggu (14/8/2016).

Ia beranggapan, warga Indonesia yang kerap bepergian keluar negeri dengan paspor Indonesia dibenarkan. Ia memisalkan, ada warga Malaysia yang ingin tinggal dan menjadi warga Negara Indonesia, selama menggunakan paspor dari negara asalnya dan kemudian mengikuti aturan, serta jalur resmi itu tidak jadi masalah.

Sementara terkait dua warga Pulau Derawan, apakah menggunakan jalur resmi atau tidak, dirinya mengaku tidak memiliki bukti apapun, terlebih pihaknya juga baru mengetahui kabar tersebut.

“Membuktikannya susah, apalagi kita juga baru tahu. Tapi kalau itu melalui jalur resmi tidak ada masalah,” bebernya.

BACA JUGA : Pulang Dari Filipina, Ngadu Sambil Nangis, Ada Apa???

Sementara, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait pelanggaran keimigrasian Erwin menyarankan, sebaiknya masyarakat yang ingin keluar negeri menggunakan paspor dan melalui jalur resmi, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Disamping itu, bagi masyarakat yang ingin membuat paspor, dikatakannya, caranya tidak rumit, terpenting identitas diri lengkap dan benar. Erwin juga memastikan di Imigrasi dijamin tidak ada Pungli, karena pembayaran tidak dilakukan di kantor Imigrasi melainkan melalui bank, pihaknya hanya memberikan kwitansi.

Terkadang lanjutnya, yang membuat masyarakat mengalami kesulitan, kebanyakan data diri yang ada di Kartu Keluarga (KK) dan KTP berbeda, disamping itu ada juga ejaan nama juga tidak sesuai.

“Padahal gampang sekali, datang kita langsung foto asal datanya lengkap. Paling lambat tiga hari paspornya jadi, terpenting tidak ada gangguan jaringan. Bahkan sehari sudah jadi,” tutupnya.(hir)