Terbukti, Pelaku Pungli di PLN Sudah Dipecat Tidak Hormat

TANJUNG REDEB – Masih ingat dengan kasus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum PLN Sub Ranting Talisayan. Kini kasus tersebut sudah menemui titik terang. Pasalnya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan PT PLN Area Berau telah memutuskan siapa oknum tersebut.

Informasi yang dihimpun beraunews.com, pelaku pungli yang berinisial Jo yang juga warga Talisayan serta memiliki hubungan dekat dengan salah seorang anggota DPRD itu, juga sudah diberhentikan secara tidak hormat oleh manajemen PT PLN Area Berau.

Hal itu pun dibenarkan Christhofel Michael, mantan Kepala PLN Sub Ranting Talisayan yang baru saja dipindahtugaskan di bidang perencanaan jaringan di PLN Area Tanjung Redeb. Ia mengatakan, pelaku Jo sudah diberhentikan dari statusnya sebagai pegawai PT PLN.

"Per tanggal 1 kemarin diberhentikan secara tidak hormat," ungkapnya pada beraunews.com, Selasa (2/8/2016).

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Jo sudah tidak bisa lagi ditoleransi karena telah bertentangan dengan aturan. Berdasarkan dari hasil investigasi dikatakannya, Jo benar telah terbukti melakukan pungli, hal itu juga didukung oleh pernyataan sejumlah saksi kunci yang dimintai keterangan.

"Hasil investigasi dia benar terbukti melanggar, dan itu pelanggaran berat, dan jelas berujung pada pemecatan," bebernya.

Dirinya mengaku dengan selesainya kasus pungli tersebut setidaknya membuat dirinya dan warga Talisayan cukup lega. Ia juga menyampaikan, permintaan maaf kapada masyarakat akibat ulah oknum tersebut. Selain itu, dirinya juga menyampaikan pengumuman dirinya akan digantikan oleh Saddam sebagai Kepala PLN Sub Ranting Talisayan yang baru.

"Sertijabnya dilakukan besok. Semoga tidak ada lagi pungli di tubuh PLN," harapnya.

Manager PT PLN Area Berau Rayon Tanjung Redeb, Mufid Arianto, saat dihubungi beraunews.com tidak bersedia memberikan komentar terkait hal tersebut. Mufid menyarankan kepada beraunews.com untuk mengkonfirmasi Saddam yang ditunjuk menggantikan Michael sebagai Kepala PLN Sub Ranting Talisayan.

Diberitakan sebelumnya, dugaan praktik pungli listrik terjadi di Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan. Seperti menimpa Haris, warga kampung tersebut yang juga merupakan salah seorang korban kebakaran beberapa bulan lalu, dimana kebakaran tersebut menghanguskan rumahnya. Haris mengaku telah dimintai oknum PLN Sub Ranting Talisayan uang sebesar Rp2 juta untuk penggantian kilometer dengan daya 1.300 Volt Amper (VA).

"Yang jelas kita akan luruskan ini, kalau perlu kita ambil upaya hukum. Kasihan masyarakat jika terus-terusan seperti ini. Sebab sepengetahuan saya SLO bekas kebakaran menurut PPILN (Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional-red) tergantung daya yang dibutuhkan, untuk daya 1.300 VA biasanya Rp85 ribu, yang jelas tidak sampai Rp2 juta," ungkap Christhofel Michael saat itu.(hir)