Imigrasi Amankan WNA Dari PLTU Teluk Bayur

TELUK BAYUR - Bian Yugang (36), Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diamankan Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Sabtu (23/7/2016) siang.

Bian diamankan saat sedang bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur lantaran tak dapat menunjukan dokumen resmi WNA saat diperiksa petugas Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb.

"Terpaksa WNA asal Tiongkok ini kami amankan, setelah tidak berhasil menunjukan paspor, Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan kelengkapan surat izin kerjanya, " ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi melalui Kasubsi Informasi Sarana Komunikasi dan Pengawasan Penindakan Keimigrasian, Jodhi Erlangga kepada beraunews.com di lokasi kejadian.

Bian yang menjabat sebagai supervisi pemasangan mesin PLTU Teluk Bayur tersebut, diketahui telah berada di Kabupaten Berau sejak Mei 2016. Namun, selama 2 bulan itu, pihak kontraktror pelaksana selaku pengguna jasa WNA, dinilai Jodhi telah melakukan kesalahan fatal lantaran tak pernah melaporkan keberadaan Bian selaku pekerja asing ke Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb.

"Dari pengakuan sementara, WNA ini (Bian Yugang-red)menjabat sebagai pengawas pemasangan mesin PLTU Teluk Bayur. Bukan hanya tidak bawa paspor dan kelengkapan lain, tapi kontraktor pelaksana juga tak melaporkan keberadaan pekerja WNA mereka ke Imigrasi," bebernya.

Guna kepentingan pemeriksaan, WNA asal tiongkok tersebut, selanjutnya diamankan di Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb yang berada di Jalan Mangga II.

"Sementara kita akan amankan dulu, kita akan selidiki lebih lanjut terkait keberadaan WNA di PLTU Teluk Bayur ini. Nanti akan ketahuan setelah kita BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," jelasnya.

Dikonfirmasi dilokasi kejadian, Site Manager Proyek Pembangunan PLTU Teluk Bayur, Mulyadi mengatakan, WNA asal Tiongkok yang bekerja diproyeknya tersebut memiliki Kitas dan paspor, hanya saja saat pemeriksaan tertinggal di asrama karyawan.

"Karyawan saya yang Warga Tiongkok ini punya surat surat lengkap, cuma kebetulan tidak dibawa karena ditinggal di asrama karyawan. Kami juga mengakui kalau kami lalai tidak melaporkan ke Imigrasi, tapi saya tegaskan dia bekerja secara sah disini," tutupnya singkat.

Sepertinya kecurigaan Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb terkait adanya WNA nakal mulai terbukti kebenarannya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi mengatakan, pihaknya mengendus adanya sejumlah WNA di Berau yang telah menyalahi izin tinggal. Namun hal tersebut masih terus dilakukan penyelidikan dan juga pengembangan, menyusul petugas dan WNA kerap main kucing kucingan.

“Tidak menutup kemungkinan di Berau ini ada WNA nakal yang datang sembunyi-sembunyi, mereka datang inikan dengan berbagai motif, ada yang bermotif ekonomi untuk bekeja atau motif lain. Dan kita tidak bisa kontrol mereka semua, lagi-lagi karena kita keterbatasan personil. Tapi kita saat ini melakukan penyelidikan dan pengembangan terus,” jelas

Untuk WNA yang kedapatan menyalahgunakan izin, ditegaskan Erwin, akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

"Sanksinya berupa kurungan penjara minimal satu tahun dan denda hingga Rp500 juta atau bisa langsung dideportasi terhadap WNA yang bersangkutan," pungkasnya.(msz)