Camat Maratua Yakinkan Tak Ada Lagi Transaksi Mata Uang Asing

MARATUA – Temuan adanya transaksi mata uang asing di wilayah kerjanya, Camat Maratua, Abdul Jabar langsung mengevaluasi resort yang dilaporkan melakukan pelanggaran tersebut. Kini, dirinya memastikan tidak ada lagi transaksi mata uang asing di Maratua.

Meski demikian, dirinya mengakui kejadian tersebut memang merupakan kelalaian pihaknya yang kurang pengawasan. Abdul Jabar memastikan kedepannya, pihaknya akan segera membentuk tim khusus untuk menagani dan mengawasi terjadinya transaksi mata uang asing diwilayahnya.

“Transaksi mata uang asing itu sama sekali di luar pemikiran dan kami juga kurang kontrol mengenai itu semua,” jelasnya saat ditanya langsung oleh beraunews.com saat mendampingi Bupati dan Wakilnya di Pulau Maratua, Senin (18/7/2016) lalu.

Untuk itu, pihaknya telah menginstrusikan agar menghentikan transaksi mata uang asing di wilayah pulau kecil tersebut agar tidak ada lagi pemberlakuan transaksi mata uang asing, selain mata uang Rupiah sesuai dengan Undang-Undang berlaku bahwa tidak diperbolehkan melakukan transaksi mata uang asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Usai rapat kerja bersama Bupati dikantornya beberapa hari lalu itu, saya bersama tim langsung kelapangan untuk memberikan instruksi di wilayah pulau yang dimaksud. Sekarang ini, pengelola mereka mengerti dan memberlakukan kembali transaksi dengan mata uang Rupiah sebagai alat transaksi sesuai dengan Undang-Undang yang mengatur itu semua,” jelasnya.

Ada pun solusi yang bisa mencegah transaksi mata uang asing di wilayah pulau-pulau kecil terluar, dikatakannya di daerah  tersebut semestinya ada tempat pusat pelayanan penukaran uang asing. Ide itu pun telah ia sampaikan ke Bupati dan Wakilnya saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Maratua dan ide itu pun akan menjadi perencenaan Pemkab ke depan.

“Kalau ada bank akan memudahkan wisatawan mancanegara menukar uang mereka ke mata uang kita,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menemukan adanya transaksi mata uang asing di Nabucco Maratua Resort di Pulau Pabahanan setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke pulau tersebut beberapa hari lalu. Pasca penemuan tersebut, Wabup langsung menginstrusikan agar Camat Maratua selaku kepala wilayah segera mengatasi dan meninjau kembali Nabucco Maratua Resort.

“Selama ini di Nabucco Maratua Resort telah terjadi transaksi mata uang asing. Oleh karena itu, dalam rapat saya instrusikan kepada kepala wilayah di sana untuk mengatasi masalah ini,” ungkap Wabup belum lama ini.

Penelusuran beraunews.com, diketahui Bank Indonesia (BI) mewajibkan penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi pembayaran di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sanksi tegas akan diberikan bagi setiap orang yang melakukan transaksi pembayaran dengan mata uang asing.

Saksi terhadap pelanggaran kewajiban penggunaan rupiah untuk transaksi tunai, dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal Rp200 juta. Dan untuk pelanggaran kewajiban penggunaan rupiah untuk transaksi nontunai dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis dan denda 1 persen dari nilai transaksi dan maksimal denda Rp1 miliar, serta larangan untuk ikut dalam lalu lintas pembayaran. Hal itu telah diatur pada Pasal 7 UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dan efektif berlaku sejak 1 Juni 2015.(ea)