Imigrasi Endus Ada WNA Nakal Di Berau

TANJUNG REDEB – Tertangkapnya  belasan Warga Negara Asing (WNA) di Kota Balikpapan beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius Kantor Imigrasi Klas III Tanjung Redeb. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi, dengan tertangkapanya pelaku cyber crime (kejahatan dunia maya) yang di lakukan Warga Negara Asing di Balikpapan tak menutup kemungkinan hal tesebut dapat terjadi di wilayah kerja Imigrasi Berau.

Menyikapi hal tersebut, saat ini dengan memaksimlkan personil yang ada, pihaknya tengah melakukan pemantauan terhadap sejumlah perusahaan yang disinyalir dapat menjadi sarang sejumlah WNA untuk bersembunyi dari pengawasan petugas.

“Meski sebelumnya sudah ketat, kini kita lebih perketat lagi pengawasan terhadap WNA, jangan sampai kejadian itu terjadi di Berau. Maka dari itu, kita akan menindak lanjuti sekecil apapun informasi yang diberikan masyarakat,” jelas Erwin saat di temui beraunews.com di ruang kerjanya, Selasa (19/7/2016).

Erwin juga mengatakan, pihaknya saat ini telah mengendus adanya sejumlah WNA di Berau yang telah menyalahi izin tinggal, namun hal tersebut masih terus dilakukan penyelidikan dan juga pengembangan, menyusul petugas dan WNA kerap main kucing kucingan.

“Tidak menutup kemungkinan di Berau ini ada WNA nakal yang datang sembunyi-sembunyi, mereka datang inikan dengan berbagai motif, ada yang bermotif ekonomi untuk bekeja atau motif lain. Dan kita tidak bisa kontrol mereka semua, lagi-lagi karena  kita keterbatasan personil. Tapi kita saat ini melakukan penyelidikan dan pengembangan terus,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihak Imigrasi akan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan sejumlah pihak terkiat, baik unsur TNI, Polri bahkan dengan Badan Itelijen Negara (BIN) guna meningkatkan pengawasan terhadap WNA yang akan atau telah masuk ke wlayah Berau maupaun wilayah Kabupaten Bulungan.

“Jangan sampai ada miskomunikasi (salah pengertian-red) yang nantinya akan menggangu kinerja kita bersama dalam melakukan pengawasan terjadap WNA yang ada di Berau maupun Bulungan,” ujarnya.

Untuk WNA yang kedapatan menyalahgunakan izin, ditegaskan Erwin, akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

"Sanksinya berupa kurungan penjara minimal satu tahun dan denda hingga Rp500 juta atau bisa langsung dideportasi terhadap WNA yang bersangkutan," pungkasnya.(msz)