Imbas Pungli, Korban dan Pemerintah Kampung Datangi PLN Area Berau

TALISAYAN – Ternyata korban dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas PLN Sub Ranting Talisayan tak hanya Haris, melainkan juga Nazaruddin warga Kampung Talisayan. Bahkan, informasi dugaan pungli itu telah meluas ke masyarakat, sehingga membuat warga di Kecamatan Talisayan maupun Kecamatan Biatan menjadi resah.

Atas dasar itulah, pemerintahan kampung Talisayan, seperti Kepala Kampung, BPK, LPM, para korban dugaan pungli tersebut mendatangi PT PLN Area Berau yang berada di Tanjung Redeb. Tujuannya, tak lain untuk mengadukan dugaan pungli di tubuh PLN Sub Ranting Talisayan. Bahkan, Kepala Sub Ranting PLN Talisayan, Christhofel Michael turut mendampingi mereka. Kedatangan mereka disambut Manager PT PLN Area Berau Rayon Tanjung Redeb, Mufid Arianto.

"Selama ini masyarakat menganggap PLN itu bersih dan jauh dari pungli. Dengan adanya kasus ini pelayanan PLN mulai diragukan masyarakat. Jujur saja, kita tidak ingin hal ini terjadi sampai berlarut-larut, makanya pemerintah kampung serta korban datang menemui pimpinan Area yang tadi diwakili Mufid Arianto untuk menyelesaikan pungli ini. Jangan sampai opini di tengah masyarakat semakin meluas,” ungkap Kepala Sub Ranting PLN Talisayan, Christhofel Michael pada beraunews.com, Kamis (14/7/2017).

Michael juga berharap agar pihak manajemen PLN Area Berau tegas mengambil sikap terhadap pelaku pungli. Jika menurutnya oknum tersebut telah benar melakukan pungli diharapkan dapat dipindah tugaskan atau diberi sanksi yang pantas agar tak kembali melakukan tindakan itu.

“Ini bisa dikatakan bentuk kekecewaan warga yang jadi korban. Tapi bagaimanapun kita harus mencari kebenarannya. Karena saya juga sebagai Kepala Sub Ranting PLN Talisayan juga merasa jadi korban,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pungli oleh oknum petugas Sub Ranting PLN Talisayan menimpa Haris, warga Kampung Talisayan. Diketahui, Haris juga merupakan salah seorang korban kebakaran yang menghanguskan rumahnya beberapa bulan lalu. Haris mengaku telah dimintai oknum PLN Sub Ranting Talisayan uang sebesar Rp2 juta untuk penggantian kilometer dengan daya 1.300 Volt Amper (VA). Sementara biaya standar dari PPILN (Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional) untuk daya 1.300 VA biasanya hanya sebesar Rp85 ribu.(hir)