Warga Binaan Rindukan Keluarga

TANJUNG REDEB – Momen lebaran menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap muslim. Bukan hanya mengembalikan kesucian diri, namun di momen ini menjadi salah tradisi tahunan para keluarga untuk berbelanja baju-baju lebaran, utamanya bagi anak-anak.

Momen seperti ini pun menjadi kerinduan yang dirasakan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb agar bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Namun hukuman yang harus dijalani menjadi salah satu penghalang mereka untuk berkumpul.

Salah satu warga binaan, Ar mengatakan sudah beberapa tahun ini, ia hanya bisa menikmati lebaran dibalik jeruji besi. Warga binaan atas kasus pembunuhan ini pun sangat merindukan kumpul keuarga saat lebaran tiba.

“Ya rindu dengan keluarga itu pasti, apalagi mau lebaran, biasanya saya dengan keluarga jalan-jalan beli baju lebaran buat anak-anak,” ungkapnya sedih kepada  beraunews.com.

Disaat yang lain tengah berkumpul dengan keluarganya, ia hanya bisa merayakan dengan rekan-rekan senasibnya di rutan ini, sementara anak istrinya juga harus pulang ke kampung untuk berlebaran dengan keluarga besar disana.

“Malu juga kalau tetangga di kampung menanyakan kenapa saya tidak ikut pulang, disana istri saya yang mencari alasan mengapa saya tidak ikut. Setelah lebaran selesai barulan istri jengguk saya disini (rutan-red),” ujarnya.

Beberapa tahun di dalam Rutan membuat Ar sadar dengan perbuatannya. Ia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi dan menjadi kebanggaan keluarga serta anak-anaknya.

“Jangan sampai saya masuk kelubang yang sama. Saat ini anak-anak saya tidak tahu kalau saya ada di sini (rutan-red). Insaa Allah saya keluar nanti ingin berubah menjadi lebih baik dan bisa menjadi kebanggan keluarga,” pungkasnya.(dws)