Jual Sabu, Petugas Keamanan Bandara Dibekuk Polisi

TANJUNG REDEB- Satreskoba Polres Berau berhasil membekuk 3 pelaku peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Teluk Bayur. 3 pelaku tersebut berinisial Zn (34) warga Jalan Marsma Iswahyudi yang berprofesi sebagai security parkir Bandara Kalimarau, Dy (20) warga Jalan Kayu Putih yang berprofesi sebagai PHL dan Rs (24) warga Teluk Bayur yang berprofesi sebagai tenaga keamanan di luar terminal penumpang Kalimarau.

Ketiga pelaku tersebut diamankan di dua tempat berbeda yakni Zn dan Dy diamankan di Jalan Sahrai, Rinding sekitar pukul 13.00 Wita dan Rs diamankan di Bandara Kalimarau.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 4 poket Narkotika yang diduga jenis sabu-sabu, uang tunai Rp250.000, 1 unit HP Samsung warna hitam dan 1 unit motor Scoopy warna merah Nopol KT 6899 GF.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya peredaran narkotika jenis sabu. Selanjutnya Informasi dikembangkan oleh polisi untuk memburu pelaku.

"Setelah dapat informasi, tim dari Satreskoba melakukan pencarian terhadap pelaku," ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, setelah beberapa saat melakukan pengintaian, tim berhasil mengamankan dua pelaku yakni Zn dan Dy dengan barang bukti 4 poket sabu yang disimpan di dalam rokok U-Mild.

"Kami amankan dua pelaku. Setelah kami geledah, barulah kami dapatkan barang bukti 4 poket sabu dan beberapa ratus ribu uang tunai," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap dua pelaku tersebut, tim mendapatkan nama lain, yakni orang yang menjual sabu kepada keduanya. Selanjutnya tim mengumpulkan informasi dan melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut.

"Dari informasi kedua pelaku, selanjutnya Rs kami bekuk saat bekerja di Bandara Kalimarau," ucapnya.

Ketiga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Berau. Polisi juga masih mengembangkan Informasi terkait dari mana asal usul barang haram tersebut.

"Akibat perbuatannya, ketiga pelaku terancam pasal 114 ayat (1)  atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika," tegasnya.

Terpisah, Kepala Bandara Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan jika pihaknya masih berada di luar daerah. Pihaknya juga belum bisa menjelaskan karena belum menerima data.

"Saya masih di kantor pusat dan saya masih rapat, nanti saya jelaskan menurut data yang saya  terima," pungkasnya.(BNC)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia