Loh Kok Minta Sejuta, Katanya Gratis??

TANJUNG REDEB – Seorang warga Kelay melaporkan adanya aksi pungli yang dilakukan seorang oknum dalam pengurusan dokumen kependudukan di Kelay. Bermula dari program jemput bola Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau ke kampung-kampung untuk layanan kepada masyarakat jauh. Tujuannya untuk memudahkan warga kampung.

Sayangnya program Disdukcapil dengan label gratis tersebut tercemar oleh ulah oknum yang meminta sejumlah uang berkisar Rp1 juta per dokumen kependudukan seperti akte lahir, KTP dan kartu keluarga.

Salah seorang warga yang enggan namanya dimuat menyebutkan, untuk setiap warga diminta oleh oknum tersebut Rp1 juta untuk satu dokumen. Artinya jika warga mengurus Kartu Keluarga, KTP dan akte lahir harus mengeluarkan Rp3 juta.

Ditanya oknum tersebut, ternyata memang bukan staf Disdukcapil melainkan seorang pegawai lain.

Dikonfirmasi terkait laporan ini, Kadisdukcapil, Fredy Suryadi dengan tegas memastikan oknum tersebut bukan anggotanya.

“Bisa jadi calo atau oknum yang mengaku-ngaku saja itu, kalau dari kami sejak awal program ini berjalan sudah kami pastikan bahwa layanan ini gratis,” tegasnya.

Sekali lagi, ditegaskannya karena program jemput bola, maka tidak ada biaya sama sekali bagi warga alias gratis. Sebab, tim yang turun juga sudah dibiayai dengan honor tim.

“Program itukan untuk mempermudah masyarakat, nah yang sudah jadi kami titipkanlah ke staf Kecamatan dan pemerintahan kampung,” jelasnya.

Fredy meminta kepada masyarakat untuk teliti, terutama yang mengaitkan kejadian seperti ini dengan instansi bersangkutan.

“Jangan sampai mengatasnamakan Disdukcapil, sekali lagi bukan kami, kalau samapai staf saya yang begitu akan kami tindak tegas, sekali lagi silahkan urus sendiri jangan lewat calo,” tandasnya.(dws)