Admin Grup WhatsApp Bisa Kena Pidana, Kok Bisa?

 

TANJUNG REDEB – Saat ini banyak sarana untuk bertukar pendapat masyarakat, salah satunya dengan sosial media. Tak dipungkiri media sosial grup WhatsApp (WA) saat ini menjadi salah satu wadah atau tempat untuk bertukar pendapat maupun berbagi informasi.

Namun yang dikhawatirkan, informasi atau saran yang disampaikan oleh seorang anggota grup, dapat memicu SARA maupun ketersinggungan oleh anggota lain yang akan berbuntut panjang. Hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan akan mengarah kepada tindak pidana.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, jika terjadi hal seperti itu, maka admin grup atau yang membuat grup tersebut bisa saja terlibat karena secara otomatis mereka yang bertanggungjawab atas percakapan di dalam grup.

"Kan ada admin, mereka lah yang bertanggungjawab atas suatu grup tersebut. Kalau di dalam perjalanannya ada hal-hal yang bersinggungan dengan anggota lain maupun isu SARA dan masuk ke ranah hukum, otomatis admin juga kena," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (10/06/2017).

Dikatakannya, admin bisa tersangkut karena dianggap pembiaran atas apa yang menjadi pemicu terjadinya hal-hal yang bersinggungan maupun SARA. Setidaknya, admin grup harus bisa menormalkan keadaan jika memang pembahasan sudah melenceng atau berdampak pada ketersinggungan.

"Setidaknya admin bisa mengimbau kepada anggotanya. Atau kalau perlu memang dianggap provokasi ya dikeluarkan saja, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun setidaknya dari awal diberitahukan agar tidak terjadi ketersinggungan oleh rekan-rekan grup," ucapnya.

Dengan kondisi ini juga Damus berharap masyarakat bijak menggunakan sosial media dan tidak memposting sesuatu yang sensitif dan belum jelas kebenaran terkait berita maupun informasi lainnya.

"Jangan sampai masyarakat berpendapat yang bisa berdampak pada ketersinggungan maupun SARA. Jika informasi yang didapat belum diketahui kebenarannya, maka jangan disebarluaskan, semoga masyarakat bisa bijak menggunakan sosial media dan kebebasan berpendapat yang jelas admin juga diharap bisa mengontrol grup yang mereka buat," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia