Tak Mempan SMS, Pelaku Penipuan Nekat Menelepon Calon Korbannya

 

BATU PUTIH – Sepertinya masyarakat harus lebih waspada, baik itu selama bulan Ramadan, maupun jelang lebaran. Pasalnya, akhir-akhir ini penipuan sudah mulai marak, tidak hanya melalui pesan singkat, maupun motif penipuan penjualan barang dengan jasa online, terkadang pelaku juga cukup nekat dengan menelepon secara langsung calon korbannya. Seperti yang dialami Kurdiah, warga Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, yang nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (09/06/2017) kemarin.

Ia menjelaskan, saat menerima telepon tersebut ada seseorang yang menelepon mengaku salah satu keluarga dekatnya dan sedang membutuhkan uang karena sedang berada di kantor kepolisian. Tentu saja dirinya merasa kaget, dan sedikit heran karena selain suaranya yang terdengar berbeda, juga nomor telepon pelaku merupakan nomor yang tidak dikenal.

“Dia menelepon dengan suara sedih, awalnya saya kira keluarga saya yang berada di Samarinda,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (10/06/2017).

Beruntung, ada salah seorang keluarganya yang mendengar percakapan tersebut dan mengetahui motif pelaku yang hendak melakukan penipuan, sehingga percakapan tersebut segera dihentikan.

“Dia bilang matikan, itu penipu. Saat keluarga saya bilang begitu langsung saya matikan,” bebernya.

Ia mengatakan, sebenarnya hal serupa juga pernah dialaminya beberapa waktu lalu. Hanya saja, motifnya berbeda, yakni pelaku menyampaikan bahwa nomor rekening bank yang ia miliki telah mendapatkan undian berhadiah.

“Tapi malah dia meminta nomor kartu kredit dan nomor rekening, mana saya punya. Saya bilang tidak ada, dia tetap mendesak, karena katanya itu peluang terakhir saya mendapatkan hadiah. Kalau lewat SMS juga sering masuk, tapi saya biarkan,” akunya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid, juga mengakui bahwa pelaku penipuan dengan mengatasnamakan keluarga yang menelepon secara langsung, maupun melalui pesan singkat sudah sering terjadi. Tidak hanya di wilayah hukumnya, hal itu juga sering terjadi di beberapa wilayah lain. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat lebih waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Baik itu menghubungi langsung melalui sambungan telepon, maupun pesan singkat dengan motif menang undian.

“Jangan cepat percaya. Apalagi sampai meminta sejumlah uang atau nomor rekening, bisa saja itu penipuan. Kalau menerima telepon atau SMS seperti itu, abaikan saja,” tegasnya.

Dirinya juga kembali mengingatkan kepada masyarakat, agar tetap selalu waspada. Tidak hanya kepada aksi penipuan saja, melainkan aksi pencurian dan hipnotis.

“Terutama dalam bulan Ramadan seperti sekarang. Pelaku akan semakin nekat melakukan tindak kejahatan, jika merasa terjepit dengan kondisi ekonomi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia