Bulan Puasa, Aksesoris Penyu Sisik Masih Dijual Bebas di SAD

 

TANJUNG REDEB – Perdagangan aksesoris berbahan penyu sisik di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau meningkat di bulan puasa Ramadan ini. Dari pantauan PROFAUNA di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) saja dapat ditemukan sebanyak 8 lapak yang terang-terangan mendisplay dagangan aksesoris penyu sisik berupa gelang, cincin dan mata kalung.

Aksesoris tersebut dijual dengan harga bervariasi, tergantung ukurannya. Untuk cincin dijual Rp5 ribu-Rp10 ribu, gelang Rp25 ribu-Rp60 ribu dan kalung Rp10 ribu-Rp15 ribu.

Setelah sempat bersih dari perdagangan aksesoris mengandung sisik penyu beberapa waktu lalu, kini di Pasar SAD muncul lagi perdagangan aksesoris yang telah dilarang undang-undang ini. Aksesoris tersebut dipasok dari Pulau Derawan.

“PROFAUNA mendesak aparat terkait untuk menertibkan perdagangan aksesoris mengandung sisik penyu tersebut, sebelum meluas, karena jelas hal itu melanggar undang-undang,” kata Bayu Sandi, juru kampanye PROFAUNA, kepada beraunews.com, Selasa (30/05/2017).

Semua jenis penyu telah dilindungi oleh undang-undang, sehingga segala bentuk perdagangannya termasuk bagian tubuhnya, adalah dilarang. Bahkan, menurut UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi seperti penyu itu bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.

“Selain melanggar hukum, perdagangan aksesoris karapas penyu sisik sangat berpotensi mengganggu kelestarian penyu sisik yang keberadaannya di Indonesia adalah yang paling kritis diantara enam jenis penyu yang lain,” tegas Bayu Sandi.(bnc)