BPN Berau : Sertifikat Tanah Warga Pulau Panjang Masih Sah

TANJUNG REDEB - Eksekusi pemukiman 31 rumah warga Jalan Pulau Panjang, yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Senin (30/5/2016) jam 09.00 Wita, menuai banyak kritikan dari masyarakat. Kritikan tersebut utamanya ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Berau selaku instansi berwenang menerbitkan dan mengabsahkan sertifikat tanah.

Puluhan pemilik rumah yang diratakan dengan alat berat tersebut mengaku telah mengantongi sertifikat tanah yang secara hukum. Hal ini berarti, negara menyatakan kepemilikan yang sah atas tanah tersebut. Tak ayal, penggusuran yang dilakukan oleh pihak penggugat dipertanyakan keabsahannya.
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPN Berau, Umar Malabar yang ditemui oleh beraunews.com menyampaikan sejauh mana peranan BPN dalam perkara yang sedang menimpa warga tersebut.
 
"Kami tidak pernah dilibatkan dalam perkara ini, padahal didalamnya ada produk dari kami berupa sertifikat tanah. Jadi kami hanya sebatas mengeluarkan sertifikat tanah saja. Maka saat diminta untuk menandatangani berita acara dalam kasus ini saya tidak mau," ungkapnya, Senin (30/5/2016).
 
Sementara Humas BPN Berau, Imbawan Sanusi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengakui legalitas sertifikat tanah yang dimiliki warga Jalan Pulau Panjang. Pasalnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai lembaga yang berhak membatalkan sertifikat tanah dari seorang warga negara, tidak pernah membatalkan sertifikat tanah warga tersebut.
 
"Sampai detik ini sertifikat tanah yang dimiliki warga penggusuran tersebut masih kami anggap sah, karena belum ada satu pun putusan pembatalan dari pihak yang berhak membatalkan sertifikat tersebut," bebernya.
 
Lebih lanjut ia juga mempertanyakan mengapa pihak penggugat tidak turut menggugat BPN yang telah mengeluarkan sertifikat tersebut. Sampai saat ini, yang menjadi pertanyaan bagi warga ke pihaknya, yakni atas dasar apa penggugat memenangkan perkara tersebut.
 
"Harusnya dengan adanya produk kami disana, pihak penggugat juga melayangkan gugatannya ke BPN, tapi pada kenyataannya pihak kami tidak ikut digugat, karena kami tidak pernah diikutsertakan. Kita tidak tahu, tiba-tiba ada eksekusi kita juga kaget, semua juga bertanya kepada kami apa dasar mereka sampai bisa memenangkan perkara ini,?" tandasnya.(mta)