Hingga Hari Ke-6, Dua Nelayan Talisayan Belum Ditemukan

TALISAYAN – Sejak hilangnya sebuah bagan apung serta dua nelayannya, yakni Kamsir (26) warga RT 13, dan Suppi (40) warga RT 15 Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan, diperairan Talisayan sejak 19 Juni lalu, hingga kini keduanya masih belum ditemukan.

Dikatakan Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid, sudah sekitar enam hari ini dilakukan upaya pencarian disekitar perairan Talisayan hingga perairan di wilayah Kecamatan Maratua. Namun tak kunjung membuahkan hasil.

"Belum ada perkembangan," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (25/06/2016).

Kendati demikian, pencarian akan terus dilanjutkan guna menemukan kedua nelayan tersebut. Bahkan 24 Juni kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, juga datang ke Talisayan untuk membantu melakukan pencarian. Hanya, personel BPBD saat itu tidak turun langsung melakukan pencarian, dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana. 

"BPBD Berau akan tetap bantu, dan mereka juga sudah melakukan komunikasi dengan BPBD Tarakan untuk jaga-jaga. Karena, siapa tahu bagan apung yang dimuati dua nelayan itu hanyut ke sana," jelas Faisal lagi.

Sampai saat ini, dirinya mengaku terus memantau perkembangan yang terjadi. Disamping itu, pihaknya juga selalu menjalin komunikasi dengan polsek-polsek terjauh. Sebab, masyarakat nelayan biasanya melaut di sekitar perairan Talisayan hingga di Kecamatan Biduk-biduk.

"Kita juga terus melakukan giat patroli untuk melakukan pencarian. Harapannya, kedua nelayan ini dapat segera ditemukan," harapnya.

Sebeulmnya diberitakan, kasus nelayan hilang saat mencari ikan terjadi di Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan. Kali ini menimpa dua orang nelayan bernama Kamsir (26) warga RT 13 dan Suppi (40) warga RT 15 yang diduga hanyut bersama kapal bagan apung yang mereka bawa.

Kejadian tersebut terjadi pada 19 Juni pukul 15.00 Wita saat kedua nelayan sedang berada di laut Talisayan. Bahtiar, salah seorang saksi yang saat itu berada di lokasi mengungkapkan, saat itu memang kondisi cuaca sedang tidak baik.

Dijelaskannya lebih lanjut, pada waktu itu memang ada sekitar lima bagan yang terancam hanyut termasuk bagan yang ia bawa. Namun dari ke lima bagan tersebut hanya ada empat kapal penyambangnya.

"Sementara kapal penyambang bagan apung dua orang ini pada saat itu lagi sandar di dermaga Talisayan. Makanya sampai hanyut. Waktu itu saya mau membantu, tapi karena jangkar saya tidak bagus, terpaksa bagan saya saja yang diselamatkan," terang Bahtiar kepada beraunews.com, Kamis (23/06/2016) lalu.

Hingga diturunkannya berita ini, kedua nelayan yang hilang tersebut masih belum ditemukan.(hir)