Berau Belum Punya Rutan Khusus Anak

 

TANJUNG REDEB – Tindak kriminalitas yang melibatkan anak di bawah usia, bisa dibilang cukup marak terjadi.

Di Rumah Tahanan (rutan) Tanjung Redeb, tercatat ada sekitar 9 orang warga binaan yang masih berstatus anak-anak. Kasus yang menggelut mereka pun beragam. Mulai dari kasus pencurian, penggunaan obat terlarang, pengeroyokan, pencabulan, hinga pembunuhan.

Untuk melakukan pembinaan terhadap anak bermasalah tersebut, pihak rutan tidak mencampuradukkan tahanan dewasa dengan tahanan anak-anak. Dengan kondisi rutan yang overload, anak-anak tersebut hidup seperti tahanan lainnya.

Disampaikan Plh Pelayanan Tahanan, Winarno, sesuai regulasi dan undang-undang yang berlaku, sebenarnya anak-anak yang terlibat kasus kriminal dan harus mendekam di penjara, harus ditahan di rutan khusus anak-anak. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan di Berau, sebab Berau tidak memiliki rutan khusus anak.

“Jangankan untuk rutan, perlakuan dalam proses hukum bagi anak yang masih di bawah umur saja kita bedakan dengan yang sudah dewasa. Mulai dari pemeriksaan, pengadilan dan lain-lain. Apalagi untuk penjara, semestinya dibedakan juga. Tapi kondisi kita saat ini tidak memungkinkan untuk itu,” ucapnya kepada beraunews.com, Senin (22/04/2017).

 

Beberapa daerah lain telah memiliki fasilitas rutan khusus anak di bawah umur, sehingga jika memungkinkan ke depan proses masa tahanan anak jika tidak bisa dilakukan di rutan yang ada saat ini bisa dialihkan ke Tenggarong, daerah yang memang sudah memiliki pusat tahanan bagi anak.

“Bisa jadi kalau nanti sudah tidak memungkinkan lagi mereka untuk ditahan di sini, akan kita alihkan ke pusat rutan anak yang ada. Tapi yang untuk saat ini kami pisahkan antara blok anak dengan yang dewasa,” ujarnya.

Dari sekian warga binaan yang berstatus anak di bawah umur tersebut, ada beberapa anak yang masa tahanannya akan segera berakhir. Ada juga yang masih harus menjalani proses tahanan beberapa tahun lagi, seperti yang akan dirasakan seorang anak yang tersandung kasus pembunuhan di Talisayan, sekitar 1 tahun lalu.

“Kalau saya tanggal 27 ini baru genap 1 tahun menjalani masa hukuman. Masih ada 4 tahun 6 bulan lagi,” tandas anak tersebut.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia