Hati-Hati..!!! Para Pembeli Sekarang Kebanyakan Modus

 

TANJUNG REDEB – Akhir-akhir ini para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Berau, sering sekali menjadi target utama penipuan. Kali ini penipuan bahkan dilakukan oleh para remaja yang berkisaran antara SMP dan SMA, bahkan terkadang juga yang telah dewasa.

Tetapi, bukan menggunakan uang palsu ataupun uang mainan, melainkan sering melakukan tindakan modus yang berujung kepada kasus penipuan. Bagaimana tidak?  Para pemuda ini sering menipu dengan berpura-pura membeli tetapi tidak sesuai dengan harga penjualannya.

Seperti misalnya, harga empat tusuk sate Rp8 ribu, tetapi diakal-akali dengan tujuan untuk mengurangi kerugian, akhirnya hanya membayar senilai Rp4 ribu saja. kasus semacam ini hampir sama liciknya dengan penggunaan uang mainan sebagai alat pembayaran. Tidak membayar dengan harga yang pas, tetapi masih meminta kembalian.

“Pernah sih ketipu sama orang yang kaya begini, pura-pura beli terus berhutang, ujung-ujungnya tidak dibayar. Kebanyakan yang sering modus begini sih ibu-ibu, kalau anak-anak jarang berani melakukannya,” ucap salah satu PKL, Fahmi.

Walaupun sering tertipu, para PKL ini tak bisa berbuat apa-apa. Seperti halnya dengan Aprilia, seorang pedagang asongan pinggiran yang pernah menjadi korban.

“Orang-orang semacam itu, melakukannya pasti karena kepepet seperti tidak punya uang. Kita mau menuntut juga tidak bisa, karena tidak ada buktinya,” sambungnya.

Contoh lain, pedagang gorengan keliling, Nardi yang juga memberikan komentar.

“Jika dihukum juga tak pantas sebenarnya, apalagi jika pelakunya anak-anak, kan kasihan,” ucapnya.

Seakan menggunakan hukum rimba, siapa yang kuat itu yang menang. Mungkin para PKL berpendapat bahwa mereka hanya kaum terbawah yang sering kena razia Satpol PP, bahkan kadang diusir. Walaupun dalam artian hal semacam itu untuk menertibkan.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia