Kapolres Serap Aspirasi Serikat Buruh Jelang May Day

 

TANJUNG REDEB – Guna menyerap aspirasi dari seluruh pekerja atau buruh, khususnya yang tergabung dalam serikat buruh atau pekerja yang ada di Kabupaten Berau, Polres Berau menggelar dengar pendapat dan ramah tamah pada Rabu (19/04/2017) siang. Kegiatan yang dihadiri puluhan perwakilan serikat atau organisasi buruh ini juga digelar dalam rangka persiapan peringatan hari buruh sedunia (May Day).

Dalam sambutannya, Kapolres Berau, AKBP Handoko mengungkapkan, dirinya memang telah lama mengagendakan kegiatan, yang digelar dalam rangka silaturahmi ini. Kegiatan yang dikemas dengan santai sembari makan siang ini juga merupakan ajang tatap muka dirinya selaku Kapolres Berau, yang telah menjabat hampir 1 tahun di Bumi Batiwakkal dengan seluruh stakeholder terkait maupun pengurus serikat buruh atau pekerja yang ada.

“Baru kali ini, saya bisa bertatap muka, baru kali ini saya bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekan dari serikat buruh, serikat pekerja, dan dari Kepala Kesbangpol maupun dari Disnakertrans. Ini merupakan momen yang bagus dan saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para hadirin sekalian, yang berkenan hadir pada kesempatan siang hari ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, selama bertugas sebagai Kapolres Berau dalam waktu kurang lebih 11 bulan ini, dirinya merasa bersyukur sebab situasi di Kabupaten Berau sangat kondusif. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran-serta stakeholder terkait maupun pengurus serikat buruh atau pekerja yang ada.

“Saya memandang bahwa elemen serikat buruh, serikat pekerja dan seluruh stakeholder yang ada disini, ini punya peran sangat luar biasa bagi terwujudnya situasi Berau yang kondusif,” katanya.

“Dan, mudah-mudahan dengan acara ini, untuk kegiatan peringatan hari buruh sedunia (pada) 1 Mei nanti, situasi di Berau tetap aman dan kondusif. Saya bersama dari Kesbangpol, dari Disnaker memang menggagas kegiatan tersebut dari tahun-tahun sebelumnya,” sambungnya.

Ini merupakan wujud nyata sekaligus menyambut peringatan Hari Buruh se-Dunia atau Mai Day. Tetapi, lanjut Handoko, ia sempat diberi selembaran dari pemerintah provinsi yang berisi himbauan terkait masalah kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang 1 Mei nanti.

Dengan demikian, selaku Kapolres Berau, ia juga berharap kegiatan dari serikat buruh atau pekerja dalam rangka memperingati May Day dapat memberikan manfaat dan dampak positif sehingga bersifat membangun (konstruktif). Untuk itu juga, pihaknya akan membantu memfasilitasi segala kegiatan yang akan digelar serikat buruh atau pekerja yang ada dalam rangka peringatan tersebut.

“Untuk itu, pada kesempatan ini, akan dibuka sesi tanya-jawab. Ini dengan harapan supaya rekan-rekan atau saudara-saudara sekalian bisa menyampaikan unek-uneknya kepada kami, kepada perwakilan pemerintah daerah. Agar, nanti apa yang menjadi harapan, kegiatan apa pun itu bisa berjalan dengan lancar, tertib, dan  aman. Harapan kami secara umum, kondisi di Berau akan tetap aman dan kondusif. Untuk itu, saya mohon kerja sama dari bapak-ibu sekalian,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Kornelis W Gatu menyampaikan, salah satu permasalahan yang masih kerap dialami buruh atau pekerja dalam melaksanakan kebebasan berserikat, yang merupakan haknya. Dimana, terkadang mendapat intimidasi dari para pemberi kerja, dalam hal ini pengusaha dan diduga juga didukung oleh oknum kepolisian.

Hal ini tentu merupakan tindakan melanggar hukum yang memiliki konsekuensi hukum bagi yang melanggarnya. Untuk itu, ia meminta tindakan tegas dari kepolisian dalam menyikapi permasalahan pelanggar berserikat (union busting) tersebut.

 

Hal berbeda disampaikan Wakil Ketua SPK-Hut PT Kertas Nusantara (KN), Hardus Manurung didampingi sekretaris-nya, Syaifullah Tanjung. Pihaknya mempertanyakan kelanjutan dari upaya pemerintah daerah melalui Disnakertrans dalam penyelesaian masalah karyawan PT KN yang tidak kunjung digaji hingga 3 tahun lamanya.

“Kami minta tolong kepada pihak Disnaker atau kepolisian, tolong lah kami difasilitasi untuk bagaimana bisa keluar dari permasalahan PT Kertas Nusantara sekarang ini. Karena, semua yang kami lakukan sia-sia, tidak ada hasilnya. Sampai Kepala Disnaker (Syarkawi HAB –red) sekarang ini sudah ganti, tidak tahu kejelasannya. Asal kita pergi ke Disnaker, (hanya disuruh) sabar dan sabar. Jadi, kami minta tolong melalui kapolres supaya memfasilitasi untuk bisa duduk bersama, bagaimana nasib kami sebagai karyawan PT Kiani Kertas (PT KN) untuk saat ini,” pintanya. 

Di kesempatan yang sama, Ketua DPC Federasi Industri Kesehatan Energi dan Pertambangan (FIKEP) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Cabang Berau, Suyadi bercerita sedikit tentang sejarah Hari Buruh se-Dunia yang diperingati setiap 1 Mei. Selain itu, ia juga menyoroti kinerja dari Dewan Pengupahan Kabupaten Berau dalam menentukan atau menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) dan sebagainya.

“Dalam rangka May Day, kami akan menggelar pawai. Yang kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian orasi. Dan, ini kaitan dewan pengupahan, ini jadi persoalan kita dan nanti May Day akan saya bahas,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia