Hanya 10 Orang Awasi WNA di 2 Kabupaten

TANJUNG REDEB – Beban kerja pengawasan Kantor Imigrasi Kelas III Kabupaten Berau belakangan semakin berat. Pasalnya, harus mengawasi keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di 2 Kabupaten sekaligus, yakni Berau dan Bulungan. Sementara tenaga yang ada terbatas hanya 10 orang saja.

Menurut Kepala Imigrasi Berau, Erwin Hariyadi, selain sebagai pelayanan, keberadaan kantor yang dipimpinnya juga bertugas mengawasi WNA.

“Ya kalau mau dibilang berat ya bisa dibilang begitu, karena kita hanya 10 orang, terlebih lagi untuk 2 Kabupaten dengan geografis yang sangat luas,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan fungsi pengawasan, pihaknya memanfaatkan pola kerjasama dalam tim yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, Kesbangpol, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan sejumlah instansi lain.

Kekurangan tenaga dan jangkauan pengawasan ini dapat ditutupi dengan jalinan kerjasama tersebut. Pun demikian, untuk memantau Kabupaten Bulungan juga mengandalkan keberadaan instansi terkait yang ada disana.

Apalagi dengan program pemerintah pusat untuk meningkatkan sektor pariwisata melalui program bebas visa masuk bagi wisatawan dari ratusan negara ke Indonesia, tentunya beban kerja keimigrasian semakin bertambah.

“Itu sudah resiko dari pembangunan atau satu kebijakan untuk pembanguann salah satu sektor, pasti ada dampaknyalah, tapi kami berusaha semaksimal mungkin bisa menjalankan peran dan fungsi kami sebaik-baiknya,” tegas Erwin lagi.

Untuk pengawasan WNA di Berau, menurutnya terbantu dari laporan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentang data wisatawan asing yang masuk Berau. Itupun juga dengan mengandalkan hotel-hotel maupun resort tempat wisatawan asing tersebut menginap, yang menyampaikannya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.(ea)