Kasat Lantas: Ada Pengecualian untuk Korban Diler Honda Semoga Jaya

 

TANJUNG REDEB – Tak sedikit yang membeli motor dari diler Honda Semoga Jaya hingga kini belum memiliki surat kendaraan seperti STNK dan BPKB. Akibatnya, kekhawatiran saat menggunakan kendaraan tersebut pun muncul dari para pengguna jalan, karena bisa saja mereka terjaring operasi Satlantas.

Terkait hal tersebut, Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Lantas, AKP Wisnu Dian mengatakan jika untuk kondisi yang dialami masyarakat sekarang, Satlantas Polres Berau bisa memaklumi dan ada pengecualian atau kebijakan saat para pemilik kendaraan yang dibeli dari diler Honda Semoga Jaya terjaring razia.

"Kami paham situasinya saat ini, masyarakat juga merupakan korban. Jadi untuk masalah ini kita ada pengecualian untuk mereka yang belum memiliki STNK dari diler Semoga Jaya," ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Jumat (31/03/2017).

BACA JUGA : Tak Terdaftar, Ratusan Kendaraan Tak Bisa Urus Surat-Surat di Samsat

Dikatakannya, pengecualian yang diberikan jelas hanya untuk surat kendaraan. Namun, jika para pengguna jalan kedapatan melakukan pelanggaran lain seperti tak memiliki SIM, atau kelengkapan kendaraan lainnya, maka proses tilang akan tetap diberlakukan.

"Kita hanya memberi pengecualian untuk STNKnya saja, tapi kalau ada pelanggaran lain yang kita temukan, jelas tetap kita tilang," bebernya.

Saat ini Satlantas Polres Berau juga sudah mengumpulkan jumlah kendaraan yang tak memiliki STNK, sehingga data tersebut nantinya akan digunakan untuk mengecek kendaraan saat ada yang terjaring razia.

"Jika saat kita lakukan razia ada pengendara yang tak memiliki STNK dan mengaku kendaraannya dari Semoga Jaya, kami bisa cek kebenarannya, karena kita punya datanya," bebernya.

Diperkirakan, sekitar 6 bulan ke depan akan ada solusi terkait permasalahan ini. Beberapa pihak juga sudah melakukan koordinasi untuk membahas dan mencari jalan keluar atas permasalahan ini.

"Ini sudah dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya. Kemungkinan akan ada solusi nantinya," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia