Minta Telur Penyu, Oknum Aparat Kerap ke Pulau Sangalaki

 

MARATUA – Petugas konservasi di Pulau Sangalaki, Kecamatan Maratua mengakui jika banyak hambatan saat melakukan upaya perlindungan maupun penetasan telur penyu. Pasalnya, selain oknum-oknum masyarkat yang mengincar telur yang memiliki harga tinggi ini, oknum aparat pun diakui sering datang untuk meminta telur penyu.

Menurut petugas konservasi BKSDA, Agusstaf Samber, terkadang masyarakat pemburu telur penyu kerap datang bersama petugas untuk meminta telur penyu yang dikonservasi. Tak jarang mereka melakukan penolakan untuk memberi.

"Sering datang, tapi kita tidak kasih. Kadang kalau mereka tidak dapat dari petugas konservasi, mereka mengambil sendiri di sarang-sarang penyu yang baru selesai di teluri," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (25/03/2017) di lapangan.

Dikatakannya, para predator telur penyu ini datang secara tiba-tiba atau tidak menentu. Dihadapkan dengan kondisi tersebut, para petugas konservasi tidak bisa berbuat banyak. Namun, mereka tetap melakukan pengawasan hingga para predator tersebut selesai.

"Kami juga tidak mau mengambil resiko jika berhadapan dengan mereka. Jadi kalau mereka mengambil dan kami lihat, kamu masih tetap mengawasi sampai dia selesai," bebernya.

Beberapa oknum aparat yang datang biasanya tidak menggunakan seragam. Namun para petugas tahu jika itu petugas karena mengenal mereka. Tak hanya itu, beberapa kali juga para aparat tersebut membawa senjata.

Menanggapi hal seperti ini, Wakil Bupati Berau mengatakan, pihaknya juga sedang melakukan upaya untuk menutupi ruang gerak atau celah para pebisnis telur penyu. Jika memang nantinya tidak akan ada yang membeli untuk dijual kembali, maka mereka akan berpikir untuk mengambil.

"Intinya saat ini kita sedang upaya untuk menutupi ruang gerak perdagangan telur penyu, dan untuk melestarikan penyu sendiri diharapkan kerjasama sehingga populasi penyu tidak akan berkurang," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia