Ini Putusan Pengadilan Kasus Penistaan Agama di Berau

 

TANJUNG REDEB – Setelah beberapa kali sidang kasus penistaan agama yang terjadi beberapa waktu lalu, akhirnya sampai pada sidang putusan. Terdakwa, Markus Poledatu diputus 1 tahun kurungan penjara. Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum yakni selama 3 tahun.

Humas Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Andi Hardiansyah mengatakan, sidang sudah dilaksanakan pada Rabu (22/03/2017) kemarin. Setelah melalui beberapa pertimbangan majelis hakim, terdakwa diputus dengan 1 tahun kurungan penjara.

"Putusan tersebut memang lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, dan putusan sudah melalui beberapa pertimbangan dari majelis hakim," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (23/03/2017).

Dikatakannya, beberapa pertimbangan secara detail pihaknya tidak terlalu paham, namun yang diketahui, terdakwa berterus terang dalam persidangan. Terdakwa memiliki anak yang harus ia jaga sendiri karena sang istri sudah meninggal dunia. Dalam tindakannya, pelaku hanya sebagai orang yang berkomentar, bukan yang memposting.

"Ya bisa dikatakan bukan dia yang memulai. Dia terpancing atas postingan yang ada, dan perkara seperti ini pernah juga terjadi dan terdakwa diputus dengan hukuman 1 tahun juga," tambahnya.

BACA JUGA : Rabu, Agenda Pemeriksaan Terdakwa Penistaan Agama

Dalam persidangan ini, terdakwa maupun penasehat hukum menerima atas putusan tersebut. Namun, Jaksa Penuntut Umum menyatakan sikap pikir-pikir dan diberi waktu selama 7 hari ke depan untuk menyampaikan sikapnya.

"Dalam tenggang waktu 7 hari ke depan dia harus menyatakan sikap. Apapun hasilnya, nanti pihak kejaksaan sudah diberi blanko untuk mengisi dan diserahkan ke pengadilan, dan jika memang dalam 7 hari ke depan tidak ada kabar, maka dinyatakan menerima hasil putusan," bebernya.

Blanko tersebut nantinya akan diserahkan kepada kepaniteraan pengadilan. Jika memang Jaksa Penuntut Umum menerima, maka bisa saja menandatangani hasil putusan yang ada. Jika tidak, maka blanko akan diisi terkait langkah hukum yang akan diambil.

"Kita tunggu 7 hari ke depan, apa sikap kejaksaan. Yang jelas kalau lewat 7 hari tidak ada sikap, maka kita nyatakan menerima hasil putusan itu," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia