Pasukan Penertiban Lokalisasi Tembudan Siap Terjun

 

TANJUNG REDEB – Terkait masih aktifnya salah prostitusi di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, juga sudah sampai informasinya ke Satpol PP Berau. Untuk menindaklanjuti aktivitas tersebut, Satpol PP siap membantu jika dibutuhkan. Hal itu disampaikan Kasatpol PP, Ahmad Ismail kepada beraunews.com.

Dikatakannya, pihaknya telah mengetahui masih adanya salah satu lokalisasi atau aktivitas prostitusi terselubung yang terjadi di Kampung Tembudan. Baik itu pelaku prostitusi yang menginap  atau menyewa di salah satu rumah penduduk, maupun yang memang menetap di salah satu rumah yang sempat menjadi lokalisasi.

“Kemarin saya dengar tempat salah satu lokalisasi prostitusi itu akan dilakukan penertiban lagi. Nah, kita siap kalau mereka (unsur Muspika Kecamatan Batu Putih-red) kekurangan personel, kontak saja kami pakai telepon, gak perlu pakai surat resmi. Kita siap membantu, berapapun yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, tidak hanya untuk Kecamatan Batu Putih saja, semua kecamatan yang ada di Kabupaten Berau juga disampaikannya, pihaknya siap menerjunkan personelnya jika dibutuhkan.

“Tidak hanya untuk kecamatan saja, masyarakat pun kalau perlu bantuan kita siap membantu,” ujarnya.

Hanya kata dia, terkait permasalahan prostitusi baik itu di Kampung Tembudan, maupun di wilayah lain diakuinya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, maupun aparat keamanan saja. Menurutnya, perlu ada kerja sama antar elemen masyarakat dalam meminimalisir terjadinya kegiatan prostitusi.

“Jika ada pelaku prostitusi atau WTS (Wanita Tuna Susila) yang diketahui tinggal di sekitar rumah masyarakat dimana saja silahkan laporkan pada kami. Karena ada saja kita sinyalir mereka yang menyewa rumah melakukan aktivitas ditempat itu, dan terkadang, itu terjadi karena kita yang tidak ingin mau tahu,” ujarnya.

Bahkan pihaknya juga akan membuat surat edaran kepada pemerintah kecamatan, maupun kepala kampung agar permasalah tersebut dapat diminimalisir. Dirinya berharap, dengan adanya pencegahan  dini terkait penyakit masyarakat, seperti aktivitas prostitusi atau pun waria penyakit masyarakat tersebut dapat diantisipasi.

“Kita akui tidak bisa menghilangkan kegiatan itu sepenuhnya, tapi di satu sisi dengan cara-cara preventif melalui tingkat bawah, atau dengan cara proses penindakan dengan hukuman badan karena lebih maksimal,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia