Jerit Tangis Warnai Eksekusi Lahan Pulau Panjang

TANJUNG REDEB - Teriakan menuntut keadilan, jerit tangis ibu dan anak-anak serta jatuh pingsannya warga Jalan Pulau Panjang mewarnai eksekusi bangunan yang ada di lahan sengketa sekitar pukul 09.30 wita, Senin (30/5/2016).

Seperti pantauan beraunews.com dilapangan, dengan nada terpatah-patah akibat tangisan, warga meminta pemerintah memperhatikan nasib warga di Pulau Panjang yang hingga kini masih banyak belum mendapat rumah sementara untuk ditinggali.
 
"Kemana aja pemerintah baru turun ke lapangan saat kondisi seperti ini. Kemarin-kemarin kenapa tidak memperdulikan kami, sudah seperti ini baru melihat kami disini," ungkap seorang ibu sambil menangis dan memeluk anak dan keluarganya.
 
Tampak beberapa warga sempat tidak ingin meninggalkan rumahnya. Beberapa kali Polisi Wanita (Polwan) memberi pemahaman dan membujuk, namun warga tampak semakin marah dan tetap bertahan dirumahnya. Tak sedikit juga warga yang meluapkan emosi dan kesedihannya, sampai jatuh pingsan.
 
"Kami minta tolong alat beratnya dihentikan, kami mau bongkar sendiri rumah kami, kasih lah kami kesempatan buat mengambil bahan-bahan yang masih bisa di pakai," tambahnya.
 
Sebelum eksekusi dilakukan, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo datang bersama pihak Pengadilan Negeri (PN) dan ratusan personel gabungan pengamanan eksekusi, sekitar pukul 09.00 Wita. Di tengah-tengah barisan personel keamanan, pihak PN Tanjung Redeb membacakan keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait hasil sidang yang memutuskan pihak penggugat atas nama Kumala Jaya sebagai pemenang sengketa lahan di Jalan Pulau Panjang tersebut. Setelah pembacaan putusan MA, eksekusi segera dilakukan. Tampak 2 alat berat jenis PC 200 bergerak meratakan satu persatu rumah warga yang sudah puluhan tahun berdiri.
 
Terpisah, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat karena hukum sudah berbicara. Karena ini berbicara hukum yang pasti bukan lagi ranahnya Pemerintah Daerah (Pemda).
 
"Kita tidak bisa berbuat banyak. Ini sudah jadi keputusan hukum dan bukan ranah pemda. Saat ini kami akan mencari celah untuk melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat," tambahnya.
 
Selain itu, Agus Tantomo menambahkan bahwa ia secara pribadi akan membantu warga dengan menggunakan semua gaji sebagai Wakil Bupati yang pernah ia terima dan juga gaji yang akan ia terima beberapa hari lagi.
 
"Saya pribadi akan memberikan gaji saya yang pernah saya terima sebagai Wakil Bupati dan juga gaji yang akan saya terima beberapa hari nanti. Semoga, ini bisa sedikit membantu warga saat ini," tutupnya.(dws)