Jelang Lebaran, Masih Ditemukan Makanan Kadaluarsa

 

TANJUNG REDEB – Tim gabungan Dinas Kesehatan, Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja, secara mendadak melaksanakan razia makanan kadaluarsa di toko dan swalayan yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb dan Teluk Bayur, Selasa (21/6/2016) pagi.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes), Andarias Baso mengatakan, razia makanan yang dilakukan tim gabungan ini menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait makanan dan minuman kadaluwarsa yang tetap beredar dipasaran.

"Pagi ini kita lakukan sidak makanan kadaluarsa, tim kita dibagi dua, ada yang di wilayah Tanjung Redeb ada yang ke wilayah Teluk Bayur. Razia ini melibatkan Kepolisian dan Satpol PP, jadi kalau ada pelanggaran hukum bisa langsung diproses," jelasnya disela-sela sidak itu.

Pantauan dilapangan, petugas menyisir setiap toko yang menjual makanan kemasan di kawasan Jalan H. Isa I, tempat dimulainya sidak. Alhasil, petugas menemukan beberapa kemasan makanan ringan anak-anak yang memeng sudah tak layak konsumsi atau kadaluarsa sejak hampir setengah tahun yang lalu. Guna mencegah peredaran barang tersebut kepada konsumen, petugas langsung memusnahkan temuan di lokasi kejadian.

"Kalau kita menemukan barang yang tidak layak konsumsi langsung kita musnahkan karena takutnya dijual kembali sama pedagang yang nakal," kata Andarias lagi.

Selain itu, ada beberapa pemilik toko yang memang telah menyisihkan barang-barang kadaluarsa milik mereka agar tidak bercampur dengan barang dagangan yang masih bagus.

"Di toko Jalan Pangeran Diguna ada beberapa pemilik toko yang kooperatif. Tanpa diminta ternyata mereka sudah lebih dulu menyisihkan barang kadaluarsanya," tambahnya.

Kegiatan ini akan terus dilakukan oleh tim gabungan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Berau,  dengan memgoptimalkan Puskesmas setempat.

"Untuk hari ini memang sudah selesai, ada 4  titik yang kita sudah sidak tadi, tapi ini akan tetap berlanjut di seluruh kecamatan, namun karena kita keterbatasan personil jadi yang di kecamatan jauh itu kita optimalkan puskesmas setempat," tutupnya.(msz)