3 Pembalap Terdeteksi Narkoba

 

TANJUNG REDEB – Sebelum melaksanakan giat Road Race pada 26 dan 27 Februari lalu. Seluruh pembalap yang akan berlaga diminta melakukan tes urine. Alhasil, dalam 1 jam pelaksanaan tes, terdapat 3 pembalap yang positif menggunakan narkotika.

Wakil Bupati Berau yang juga Ketua BNK Berau, Agus Tantomo dalam sambutannya, memang menegaskan ke panitia pelaksana untuk melakukan tes urine kepada seluruh peserta sebelum dilakukannya road race.

"Saya meminta untuk tes urine, dan hasilnya saya minta dibawa ke RSUD lagi untuk memastikan apakah positif terdeteksi atau tidak?" Ungkapnya.

Dikatakannya, dari ratusan calon peserta balapan, baru 21 yang mengikuti tes urine. Sementara pada Sabtu lalu pihaknya meminta lagi yang belum mengikuti tes untuk diambil urinenya. Jika memang tidak mau, diharapkan bisa didiskualifikasi dan dicoret dari daftar peserta.

"Saya tidak mau negosiasi masalah itu, satu jam saja dilakukan tes urine sudah ada 3 yang terdeteksi menggunakan narkotika, dan itu baru beberapa peserta. Bagaimana kalau semuanya dites?" Tambahnya.

Agus menambahkan, jika kebijakan ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Setelah memberikan sambutan, diakuinya ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim menyampaikan kepadanya untuk memberlakukan prosedur tes urine itu bagi setiap pembalap.

"Tidak mungkin bisa sejalan antara prestasi dan narkoba. Masa atlet terdeteksi menggunakan narkoba?" bebernya.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk melakukan tes urine kepada seluruh atlet yang ada dibawah naungannya. Selain itu, para atlet yang akan berlaga jika memang terdeteksi menggunakan narkoba diharapkan didiskualifikasi dan diblacklist (masuk daftar hitam-red).

"Perlahan mereka akan berpikir juga, karena narkoba mereka tidak bisa ikut pertandingan. Ke depannya, ini akan berlaku untuk semua event olahraga," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia