Tak Hanya WTS yang Masih 'Jualan', Anak Di Bawah Umur Juga Korban ‘Om Senang’

 

BATU PUTIH – Keberadaan sejumlah Wanita Tuna Susila (WTS) di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih yang disinyalir masih “jualan” mendapat tanggapan dari Camat Batu Putih, Mansyur. Dikatakannya, masih adanya praktik prostitusi di kampung tersebut juga sudah diketahuinya. Pihaknya pun tak akan membiarkan hal itu terus berlarut.

Bahkan, saat ini pihaknya telah merencanakan soal penertiban tersebut. Ia menyampaikan, dalam penertiban nantinya selain aparat kecamatan yang terdiri dari Satpol Kecamatan, juga perlu didukung oleh aparat kepolisian dan aparat TNI setempat.

“Kita akan komunikasikan dulu dengan Kapospol Tembudan, Kapospol Sub Sektor Batu Putih, serta Danramil untuk mengambil tindakan. Namun, karena mereka sedang tidak berada di tempat, kita undur waktunya. Kita akan coba selesaikan dengan cara persuasif (pendekatan) dulu, melalui mediasi. Kalau masih tidak mau, terpaksa harus kita tegasi,” ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (12/02/2017).

BACA JUGA : WTS di Kampung Tembudan Diduga “Masih Jualan”

Para WTS yang dulunya bekerja di sejumlah lokalisasi yang ada di kampung tersebut sebenarnya sudah diimbau atau diinstruksikan pemerintah kecamatan untuk tidak lagi melakukan praktek prostitusi. Akan tetapi, berdasarkan fakta di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Mantan Sekcam Biduk-Biduk ini mengungkapkan, dirinya memang menerima informasi seperti itu. Bahkan meskipun lokalisasi sudah ditutup, bukan berarti praktek prostitusi langsung hilang.

“Memang secara resmi sudah ditutup. Tapi dibalik layar masih kembali seperti dulu. Ada juga yang menyambi sebagai cewek panggilan di hotel-hotel, bahkan ada sampai mengorbankan anak di bawah umur yang merupakan pesanan dari om-om. Sepertinya anak ini sudah terkontaminasi, dan itu juga sempat ditangani oleh P2TP2A kami,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya tetap akan menindaklanjuti praktek prostitusi tersebut. Dalam melakukan tindakan, pihaknya tidak hanya akan menggandeng TNI dan Polri saja, sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan ulama setempat juga akan dilibatkan.

“P2TP2A dan PKK juga akan kita libatkan. Dan ini kita lakukan untuk menyadarkan WTS-WTS kalau praktek prostitusi ini dilarang agama, dan pemerintah, serta masyarakat. Yang jelas kita ingin action secepatnya, kalau bisa dalam minggu ini,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia