WTS di Kampung Tembudan Diduga “Masih Jualan”

 

BATU PUTIH – Sepertinya praktek prostitusi di wilayah Kecamatan Batu Putih belum benar-benar hilang meskipun sejumlah lokasi prostitusi di Kampung Tembudan telah ditutup. Sebab, masih banyak beredar kabar jika praktek prostitusi diduga masih tetap berjalan. Namun, prakteknya tidak terbuka seperti sebelumnya dimana sejumlah lokalisasi dilakukan penertiban.

Berdasarkan informasi yang didapatkan beraunews.com, masih ada sejumlah Wanita Tuna Susila (WTS) yang diam-diam masih melanjutkan profesinya sebagai WTS. Disamping itu, dari sejumlah lokalisasi yang dulunya sempat ditutup, juga diduga kembali masih melakukan kegiatan prostitusi.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Kampung Tembudan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, praktek prostitusi di Tembudan masih tetap ada. Namun yang diherankannya, sebenarnya praktek prostitusi tersebut bukan jadi rahasia lagi di tengah masyarakat. Seharusnya menurut dia, begitu selesai ditutup, praktek prostitusi sudah tidak ada lagi.

“Yang jelas praktek prostitusi masih terjadi di sini. Dan sebagai masyarakat, itu sangat kita sayangkan. Sepertinya pengawasan pasca ditutupnya lokalisasi ini tidak ada,” bebernya.

BACA JUGA : Lokalisasi Di Tembudan Resmi Ditutup, Pengelola Berencana Dirikan Karaoke Keluarga

Ia pun berharap, agar para WTS yang masih bertahan di sekitar kampung tersebut dapat segera ditertibkan atau dilakukan pembinaan. Sebab menurutnya, tidak ada gunanya lokalisasi ditutup jika masih ada WTS yang masih melakukan praktek prostitusi di kampung tersebut.

“Lagi pula ini juga rawan penyakit berbahaya, jika prostitusi seperti ini terus dibiarkan,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kampung Tembudan Nur Iman, tidak memungkiri informasi tersebut. Ia mengatakan, praktek prostitusi di wilayahnya memang masih ada. Hanya, dalam menertibkan para pelaku prostitusi tersebut bukan menjadi kewenangannya.

“Ia ada, bahkan salah satu lokalisasi yang dulu sempat ditutup sepertinya juga masih beroperasi secara diam-diam,” bebernya.

BACA JUGA : Pastikan Tak Ada Lagi Prostitusi Di Kampung Tembudan

Lebih lanjut dikatakannya, terkait masih adanya praktek prostitusi itu, juga telah diketahui oleh pemerintah kecamatan.

“Sudah diketahui juga. Kita memang tidak ada kewenangan untuk menertibkan, itu kewenangannya kecamatan. Kita hanya mendampingi saja,” bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia