Tak Punya SK, Tim Monitoring Makanan Belum Bisa Bekerja

 

TANJUNG REDEB – Menyikapi peredaran makanan tanpa izin edar dan belum memiliki sertifikat halal, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau M Syarkawi HAB, yang ditemui di ruang kerjanya angkat bicara. Dikatakanya, saat ini upaya Disperindagkop untuk melakukan monitoring makanan dan minuman belum dapat dilakukan, karena belum terbentuknya tim monitoring untuk tahun 2017.

“Saya belum tahu kalau banyak makanan tak ada izin edar. Malahan saya baru tahu dari berita, tetapi yang jelas saat ini kita baru mengajukan SK pembentukan tim monitoring kepada Bupati dua minggu lalu, dan sampai saat ini belum ada jawaban SK itu disetujui atau tidak, kita masih menunggu,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (03/02/2017).

Meskipun nantinya SK tim monitoring telah keluar, halangan lain yang dihadapi ialah kewenangan untuk melakukan tindakan terhadap agen dan distributor yang mengedarkan produk tersebut.

BACA JUGA : Makanan Tak Berizin Edar dan Sertifikat Halal Beredar Bebas

“Kewenangan yang melakukan penindakan atas produk ini adalah BPOM, namun saat ini BPOM di Berau tidak ada, dan hanya ada di Provinsi Kaltim. Jadi, begitu kita melakukan sidak, kita hanya sebatas menarik produk dan mengimbau, selebihnya tidak ada,” ujarnya.

Tidak adanya kewenangan ini, diakui Syarkawi menjadi titik kelemahan dari pemerintah kabupaten, terkhusus Disperindagkop. Tidak adanya tindakan tegas yang diberikan bagi pedagang dan distributor tentu dikhawatirkan mereka tetap mengedarkan, terlebih produk yang disinyalir tak memiliki izin edar ini lagi digandrungi oleh masyarakat.

“Siapa yang jamin kalau kita tarik dari peredaran, si penjual tidak akan jual produk itu lagi? Sekarang jaman sudah canggih, tidak dijual di supermarket, banyak agen yang memilih jualan online. Tapi yang jelas di sini saya imbau bagi masyarakat hendaknya lebih teliti dalam membeli produk, jangan membeli produk kadaluarsa dan tidak memiliki izin BPOM serta sertifikat halal,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia