Ijazah Tak Terdaftar, LPPNRI Laporkan Saga ke Polisi

 

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim diduga tidak mengakui salah satu ijazah Sekolah Menengah Umum (SMU) warga Berau bernama Saga. Atas dasar tersebut, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) melaporkan Saga ke Mapolres Berau.

Tim Ivestigasi Tinggat Nasional LPPNRI, Nuryanto mengatakan, dari hasil investigasi tersebut, pihaknya mendapat surat pernyataan ijazah tidak terdaftar yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda.

"Surat tersebut menyatakan jika ijazah dengan nama Saga tidak terdaftar baik ijazah maupun Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dengan nomor seri 26 Mup 0022317 Tahun Pelajaran 2001," ungkapnya saat menggelar konferensi pers bersama sejumlah media di salah satu cafe di kawasan Jalan Murjani III.

Dikatakannya, surat tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda pada 1 Desember 2016 lalu. Laporannya sendiri pun sudah masuk ke Mapolres Berau pada 12 Desember 2016 lalu.

"Kami mohon pihak kepolisian memanggil pihak terlapor untuk menindaklanjuti laporan kami dengan bukti-bukti yang sudah terlampir," katanya.

 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa melalui Kaur Bin Ops, IPTU Suwarno menjelaskan, jika pihak kepolisian sudah menerima laporkan tersebut. Namun, saat ini masih dilakukan penelitian terkait laporan yang ada.

"Laporannya ada, tapi kami masih lakukan penelitian dulu ke Dinas Pendidikan Berau maupun di Samarinda," jelasnya.

Pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih jauh terkait laporkan tersebut. Setelah hasil penelitian selesai dan jika memang yang dilaporkan terbukti tidak terdaftar, maka akan ditindaklanjuti dan akan disampaikan perkembangannya kembali.

"Kami masih teliti, nanti perkembangannya kami sampaikan," pungkasnya.

Untuk diketahui, LPPNRI adalah Lembaga Independen yang siap memantau, mengajukan serta mewujudkan para penyelenggara negara dalam melakukan kinerjanya yang bersih dan sehat (good governance) dari perbuatan korupsi disertai bebas gratifikasi, melalui pola investigasi terarah.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia