Akibat Laka, Distamben Juga Alami Kerugian

 

TANJUNG REDEB – Kecelakaan lalu lintas (laka) baik tunggal maupun antar kendaraan yang terjadi didalam perkotaan, tak jarang mengakibatkan kerusakan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Namun, tak sedikit para pelaku yang menabrak tiang tersebut melarikan diri dan tak bertanggungjawab atas perbaikan tiang tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketenagalistrikan dan Migas, Rusdy mengatakan, kejadian seperti itu sudah sering dan mayoritas di area perkotaan. Memperbaiki kerusakan yang terjadi pun biasanya menjadi beban anggaran Distamben, padahal tidak ada anggaran untuk ini

"Satu tahun bisa 3 sampai 5 tiang yang patah gara-gara ditabrak. Kalau ada orang yang menabrak kita bisa komunikasikan, tapi kalau tidak ada orangnya kita juga yang harus keluarkan biaya untuk ini," bebernya saat dikonfirmasi beraunews.com.

Dikatakannya, biasanya jika laka yang mengakibatkan tiang PJU patah, polisi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan pelaku dan segera berkoordinasi dengan Distamben, sehingga para pelaku lah yang bertanggungjawab atas kerusakan tersebut.

"Yang jelas kami harapkan ada kesadaran dari pelaku untuk melakukan perbaikan terhadap tiang yang mereka tabrak. Kalau memang mereka tidak mengerti, silahkan koordinasi dengan kami dan kami pun siap membantu secara teknisnya," tambahnya.

Terkait kerugian sendiri, diperkirakan bisa jutaan rupiah setiap tahunnya. Karena penggantian atau perbaikan tiang PJU tergantung kerusakannya.

"Kalau kerugian mungkin tidak sampai Rp10 juta. Tapi tergantung dari kerusakannya. Kalau memang tiang masih bisa dipakai mungkin memperbaikinya tidak besar, tapi kalau parah, anggarannya bisa sampai Rp5 juta, dimana kita mau cari dananya sementara tidak dianggarkan untuk itu. Jika menunggu anggaran perubahan, maka akan lama baru kita bisa benahi tiang tersebut," pungkasnya.(dws)