Tahanan Tak Boleh Masuk Rutan, Ini Kata Kepala Rutan

TANJUNG REDEB – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwirijanto mengakui jika pihaknya memang menyurati Polres Berau perihal meminta pihak Polres untuk sementara waktu tidak mengirimkan tahanan ke Rutan lantaran sudah melebihi kapasitas.

Agus mengatakan surat tersebut hanya berlaku hingga usai lebaran Idul Fitri mendatang. Pasalnya pada Idul Fitri sendiri diperkirakan ada banyak tahanan yang mendapat remisi ataupun bebas, sehingga tahanan yang baru bisa dimasukkan setelah pembebasan tahanan yang lain.

"Kita hanya minta sampai habis lebaran nanti, karena lebaran nanti kan bakal ada yang diremisi masa tahanannya dan bahkan ada yang bebas juga. Semoga saja setelah lebaran ini bisa kembali normal, dan tahanan bisa kembali dikirim ke sini (Rutan-red)," jelasnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Kamis (16/6/2016).

Dikatakannya, jumlah tahanan saat ini memang sangat membeludak, sehingga secara kemanusiaan perlu diberikan sedikit keleluasaan bagi mereka yang ada didalam Rutan. Sementara saat ini, kapasitas ruangan yang harusnya diisi maksimal 25 orang terpaksa harus diisi sekitar 75 orang.

"Sekarang manusiawi saja, kasihan juga mereka yang ruangan harusnya diisi 25 orang, malah harus sampai 75 orang," tambahnya.

Agus mengatakan jumlah tersebut tidak sesuai dengan jumlah petugas piket yang hanya sekitar 3 orang. Sehingga, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan pihaknya berharap tidak ada tambahan tahanan terlebih dahulu.

"Tidak sesuai dengan petugas jaga. Surat edarannya juga bukan hanya untuk Polres Berau saja, Tapi juga untuk Polres Bulungan yang saat ini masih mengirim tahanan ke Rutan Tanjung Redeb dan kita minta mereka untuk mengirimkan ke Tarakan karena itu masuk wilayah hukum mereka," tutupnya.(dws)