Nasib Napi Ketika Jaminan Kesehatan Tak Berlaku Lagi

 

TANJUNG REDEB – Rumah Tahanan Klas IIB Tanjung Redeb saat ini tengah dilema jika ada tahanan atau narapidana yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit. Pasalnya, Jaminan Kesehatan Provinsi (Jamkesprov) yang biasa menanggung biaya pengobatan para napi, sudah tidak berlaku lagi sejak 30 Desember lalu.

Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwirijanto mengatakan, dilema yang dialami seluruh rutan di Kaltim hampir sama, yaitu masa berlakunya Jamkesprov. Dengan habisnya masa berlaku jaminan tersebut, napi yang masuk rumah sakit harus menanggung biaya sendiri.

"Karena masa berlakunya habis, kalau sakit ya napi yang ada di sini bayar biaya pengobatan sendiri," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di kantornya, Jumat (13/01/2017).

Dikatakannya, jika napi harus dirawat atau dirujuk ke rumah sakit, pihaknya langsung menghubungi keluarga napi. Selain memberi informasi, pihak keluarga juga terpaksa harus menanggung biaya administrasi atau perawatan si napi.

"Mau tidak mau langsung kami telepon keluarganya, karena kami tidak ada biaya untuk menalangi dulu," tambahnya.

Selama beberapa hari terakhir sudah ada 5 napi yang harus dibawa ke rumah sakit, untuk dilakukan perawatan maksimal, dan para napi tersebut terpaksa membayar biaya rumah sakit dari kantong pribadi. Menjadi dilema tersendiri jika keluarga napi yang sakit berada di kampung.

"Kasihan kalau keluarganya di kampung, mau tidak mau dihubungi agar datang atau menghubungi keluarga terdekat," bebernya.

Agus berharap, kerjasama terkait jaminan kesehatan ini bisa kembali berfungsi, agar para napi bisa kembali mendapat jaminan kesehatan. Pihaknya kasihan jika napi yang kurang mampu harus menanggung biaya perawatan atau rumah sakit yang cukup besar.

"Kami juga masih menunggu informasi, semoga saja cepat ada kepastian agar jaminan kesehatan untuk mereka bisa kembali diberlakukan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia