Persimpangan Kampung Maluang Zona Merah Narkoba

 

GUNUNG TABUR – Maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Berau disinyalir akibat adanya pintu masuk yang menjadi wadah para gembong narkoba memasukkan barang haram tersebut. Seperti halnya di wilayah Kecamatan Gunung Tabur. Wilayah ini menjadi salah satu wilayah transit atau wilayah perlintasan transaksi narkoba antar Kabupaten, bahkan antar Provinsi. Sehingga tak menutup kemungkinan, barang bukti yang melintas di wilayah ini jumlahnya menjadi besar.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Gunung Tabur AKP Sujarwanto, melalui Kanit Reskrim, Aiptu Uyu S. Permana tak memungkirinya. Ia mengatakan, memang tak bisa dipungkiri area Kecamatan Gunung Tabur menjadi area perlintasan narkoba dari beberapa wilayah seperti dari Kampung Tanjung Batu, Kabupaten Bulungan maupun Kota Samarinda.

“Memang ada 3 daerah tempat masuk barang ini, dan untuk mensuplai (menyediakan-red) barang haram tersebut tak dipungkiri Kecamatan Gunung Tabur jadi salah satu wilayah perlintasannya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (16/6/2016).

Dikatakannya, biasanya narkotika bisa masuk dari Kampung Tanjung Batu untuk di suplai ke Kabupaten Bulungan atau Kota Samarinda, begitu juga arah sebaliknya. Namun untuk membuktikan hal ini, diakuinya masih sangat sulit dan hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Wilayah yang paling rawan dan masuk kategori zona merah di Gunung Tabur itu adalah area persimpangan Kampung Maluang. Disimpang itu ada 3 jalur mau menuju Tanjung Batu, Kabupaten Bulungan atau Samarinda yang melintasi wilayah Teluk Bayur,” tambahnya.

Untuk menekan itu semua, Polsek Gunung Tabur giat melakukan operasi pemeriksaan kendaraan yang melintas di wilayah tersebut. Selain itu juga melakukan patroli di beberapa area seperti perbatasan Berau-Bulungan.

“Beberapa bulan lalu Polres Berau bekerjasama dengan Polsek Gunung Tabur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pernah menggagalkan sekitar 3 Kg sabu yang akan di bawa ke Samarinda. Agar para pemain lain bisa kita ungkap, maka giat pemeriksaan kendaraan dan patroli wajib kita lakukan,” pungkasnya.(dws)