Lapor Diri, Pelaku Narkoba Tak Akan Dipenjara

TANJUNG REDEB – Setiap orang yang terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba, namun atas kesadaran sendiri melapor ke pihak Kepolisian, tidak akan di penjara, melainkan hanya diberikan pembinaan. Hal ini diungkapkan Bupati Berau Muharram dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama dikediamannya, Jalan Cendan, Selasa (14/6/2016) kemarin.

“Saya mendapatkan laporan dari Wakapolres (Kompol Agus Siswanto–red), khusus untuk pelaku narkoba yang melapor atas kesadaran sendiri, itu tidak dipenjara. Saya ulang, khusus pelaku narkoba lebih baik melapor sekarang, kalau melapor Insya Allah tidak dipenjara cuma langsung diberikan pembinaan. Tapi kalau ketangkap basah, nah itu yang langsung dipenjara,” ungkap Bupati Muharram.

Kebijakan pembinaan ini, dikatakan Muharram, sangat tepat apabila melihat kapasitas rumah tahanan (Rutan) kelas II B Tanjung Redeb yang ada. Kapasitas rumah tahanan yang awalnya hanya untuk 150 narapidana, kini telah diisi kurang lebih 600 narapidana. Selain meningkatnya narapidana kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba, rutan tersebut juga menampung narapidana dari Kabupaten Bulungan.

“Kenapa rupanya kebijakan ini diambil karena penjara kita di Tanjung Redeb ini sudah penuh. Kapasitas yang 150, itu diisi kurang lebih 600 narapidana. Dan yang jadi masalah, Bulungan pun nitipnya disini sehingga daripada ditampung semua narkoba ini, menyebabkan biayanya besar dan tempatnya tidak cukup, oleh karena itu ada kebijakan baru,” katanya.

Adanya kebijakan baru ini, diharapkan Muharram, dapat dimanfaat sebaik-baiknya oleh setiap orang yang telah tersangkut kasus narkoba, namun ingin berubah dan meninggalkan ketergantungan akan barang haram tersebut.

“Kalau tahu ada keponakan, ada teman, sudah terindikasi begitu, lebih baik melaporkan diri. Bagi pelaku narkoba yang melaporkan diri itu, Insya Allah tidak dipenjara tetapi diberikan pembinaan. Itu yang saya harapkan, bantu kami dalam hal masalah narkoba ini, yang menjadi sesuatu yang mengancam eksistensi negara, dan ini pada umumnya yang disasar adalah anak-anak muda,” pungkasnya.(sai)