Berau Pernah Urutan Pertama Kasus Narkoba

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau pernah menempati posisi tertinggi kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini diungkapkan Bupati Berau, Muharram di acara buka puasa bersama dikediamannya, Jalan Cendana, Selasa (14/6/2016) kemarin.

“Jokowi (Presiden RI Joko Widodo–red) sudah mengumumkan kepada kita bahwa Indonesia darurat narkoba.  Bahkan Kalimantan Timur menempati peringkat ke-3 di Indonesia, dan untuk di Kalimantan Timur, Berau pernah menyandang predikat nomor 1 dengan kasus terbanyak,” ungkap Muharram.

Kondisi darurat narkoba ini, dinilai Muharram, telah mengancam ketahanan negara Republik Indonesia sebab kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba, mayoritas dilakukan oleh remaja yang menjadi generasi penerus bangsa.

“Masalah narkoba ini menjadi sesuatu yang mengancam eksistensi negara. Dan ini pada umumnya yang disasar adalah anak-anak muda. Negara ini kuat dan maju kalau anak mudanya cerdas, anak mudanya sukses. Kalau anak mudanya sudah terkontaminasi dengan narkoba, berarti ini awal sebuah kegagalan negara ini,” bebernya.

Oleh karena itu, Muharram mengharapkan kerja sama seluruh masyarakat dan stakeholder dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut.

“Inilah tantangan berat untuk kita semua, mudah-mudahan kita semua bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, kami berharap kepada Kepolisian khususnya melalui Kasat Narkoba (Satresnarkoba-red) yang ada sekarang ini bisa terus membantu pemerintah dalam rangka memaksimalkan operasi sekaligus menertibkan adik-adik kita, anak-anak kita yang terlibat dalam dunia narkoba ini,” harapnya.(sai)