Meski Kembali Dipekerjakan, Pelanggaran Berserikat Jalan Terus

 

TANJUNG REDEB – Persoalan pemecatan Andi Setiawan, Afrul Hamka dan Rabiatul Adawiyah oleh PT Garuda Tawakkal Abadi (GTA) secara sepihak, akhirnya sedikit menemukan titik terang. Karyawan yang juga merupakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara Pengurus Komisariat (PK) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) itu, akhirnya dapat kembali bekerja setelah managemen PT GTA mengeluarkan surat penarikan kembali ketiganya.

Ketua DPC SBSI Berau, Herman Palinggi mengungkapkan, menindaklanjuti hasil pertemuan antara managemen PT GTA dengan pengurus DPC SBSI Berau dan Federasi Transportasi, Nelayan dan Pariwisata (F TNP) SBSI Berau pada pukul 14.00 Wita, Rabu (4/1/2017) lalu, managemen PT GTA akhirnya memanggil kembali ketiga karyawan yang telah dipecat secara sepihak itu, untuk mengisi kekurangan tenaga pembersih (cleaning service) di Bandara Kalimarau.

“Yang kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja-red) secara sepihak kemarin, itu sudah dipekerjakan kembali,” ungkapnya saat menyambangi Redaksi beraunews.com bersama pengurus DPC SBSI lainnya, Jumat (06/01/2017) siang tadi.

BACA JUGA : Karyawan Dipecat Sepihak, SBSI Datangi Bandara Kalimarau

Namun, lanjut Remon (sapaan akrabnya-red), meski telah dipekerjakan kembali, persoalan itu, tidak selesai begitu saja. Sebab, managemen PT GTA juga diduga telah melakukan pelanggaran kebebasan berserikat, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, UU Nomor 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh maupun Pasal 335 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebab, surat yang saat ini telah diterima oleh DPC SBSI Berau, tegas Remon, masih berupa surat pemberitahuan terkait pemanggilan dan penarikan kembali tiga karyawan tersebut. DPC SBSI Berau pun kembali mempertanyakan keseriusan managemen PT GTA untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara tuntas.

“Permasalahan ini, yang saya anggap selesai adalah yang di-PHK dipekerjakan kembali. Tapi, untuk kebebasan berserikat itu belum selesai. Saya minta surat daripada pemberitahuan secara lisan tadi, kalau memang itu tidak ada lagi intimidasi atau mau berjalan dengan baik, maka buatkan dulu surat secara formal,” tegasnya seraya meminta beraunews.com juga mempertanyakan hal tersebut kepada managemen PT GTA.

Sementara itu, Manager HRD PT GTA, Suryono Yugo Pramono yang dihubungi melalui nomor telepon 081335196xxx melalui sambungan suara, kembali enggan memberikan klarifikasinya. Bahkan, dirinya juga tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan sebagai pemberian hak jawab tersebut.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia