Imigrasi Terus Perketat Pengawasan WNA

 

TANJUNG REDEB – Menyikapi komitmen Pemprov Kaltim terkait peningkatan pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) atau Tenaga Kerja Asing (TKA) di wilayah Kaltim, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi, saat dijumpai di ruang kerjanya mengaku, sebelum komitmen tersebut dilakukan oleh Pemprov Kaltim, pihaknya telah memaksimalkan pengawasan terhadap WNA di wilayah kerjanya.

Sementara itu, terkait penekanan Gubernur terhadap pengawasan WNA Tiongkok yang memang saat ini tengah menjadi sorotan publik, Erwin mengatakan, jika pihaknya tidak bisa terus terfokus pada satu warga negara saja, namun kepada seluruh WNA yang setiap saat dapat menyusup ke wilayah Berau.

“Jadi begini, sebelum komitmen itu disampaikan Gubernur, kita memang sudah sangat ketat dalam mengawasi keberadaan WNA di wilayah kerja kita, yaitu Berau dan Bulungan. Meskipun personel kita hanya 10 orang, tapi kita sudah berusaha maksimal dalam melakukan pengawasan. Alhasil, tahun lalu kita menangkap beberapa warga Tiongkok yang tidak punya surat-surat,” ungkap Erwin kepada beraunews.com, Selasa (03/01/2017).

BACA JUGA : Pemprov Kaltim Segera Bentuk Tim Antisipasi TKA Ilegal

Sementara itu, saat disinggung terkait isu banyaknya WNA yang berkeliaran di wilayah Kampung Merancang, Erwin tak menampik jika memang di lokasi tersebut ada WNA, namun kedatangannya sebagai CEO dari salah satu perusahaan yang tengah melakukan peninjauan lokasi kerja.

“Kita dari Imigrasi juga telah melakukan pemeriksaan, dan hasilnya WNA Tiongkok tidak ada pelanggaran, semua surat lengkap,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut dikatakan Erwin, Imigrasi juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing atau Timpora, terkait pengawasan WNA di sejumlah wilayah yang memang jauh dari pengawasan Imigrasi. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir masuknya WNA melalui jalur- jalur tikus.

BACA JUGA : Evaluasi dan Moratorium Kebijakan Bebas Visa

“Soal Timpora kita tetap solid dan terus berkoordinasi, jadi kalau ada isu mengatakan Timpora tidak berjalan, itu tidak betul. Kerja kita itu seperti intelejen tidak bisa terlalu dipublis, karena nanti pasti bocor, dan otomatis WNA nakal kabur semua,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia