Tak Ngerti Hukum, Warga Pulau Panjang Pasrah Dibohongi Penjual

TANJUNG REDEB – Terusir dari lahan yang dibeli bahkan ditempati sejak puluhan tahun, meninggalkan luka dalam di hati warga eks Jalan Pulau Panjang RT 7 dan RT 27. Meski bersikukuh membeli lahan tersebut, namun putusan hakim dalam peradilan sengketa lahan memutuskan pemilik lahan adalah Kumala Jaya.

Meskipun warga membeli disertai surat pelepasan yang dianggap sah kala itu, ternyata tidak menjadi jaminan keamanan, sebab untuk warga lainnya pemegang sertifikat dari BPN pun ikut digusur. Diungkapkan salah seorang warga, Ida Yulita, dirinya juga digusur dari lahan yang dibelinya sejak tahun 2002 silam.

“Ya kita beli tanah itu sama pak H. Maduri, dia Polisi Lantas dulunya, tapi sekarang orangnya sudah tidak di Berau lagi, sudah pindah ke Jawa,” ungkapnya.

Menurut Ida, saat akan membeli lahan tersebut dirinya adalah tangan ketiga berdasarkan surat pelepasan yang ada. Meski sempat ragu karena ada masalah sengketa lahan, Ida bersama suami akhirnya percaya saat dijelaskan bahwa proses peradilan sengketa lahan sudah dimenangkan olehnya dan tidak akan ada lagi persidangan.

“Waktu itu sih katanya sudah menang di pengadilan kalau tidak salah tahun 1997, terus tidak akan ada lagi sidang karena sudah menang jadi kami beli, setelah itu dia (H. Maduri-red) pindah ke Jawa dengan alasan sudah tua,” jelas Ida.

Ida membeli sebidang tanah dengan ukuran 8 meter x 20 meter dengan harga Rp40 Juta di tahun 2002. Pemilik awal tanah yang dibelinya, yakni Sofyan, kemudian dijual kepada H. Maduri sampai akhirnya sampai ketangannya.

Ditanya upaya hukum termasuk dengan menuntut penjual karena sudah berbohong, Ida mengaku pasrah.

“Saya tidak ngerti hukum, mau kemana lagi, saya beli tapi dibohongi, mau bagaimana lagi, setelah beli juga belum pernah ketemu sama penjualnya lagi, kalau memang ada belas kasihan semoga pemerintah daerah bisa membantu kami,” harapnya.

Seperti diketahui 35 kepala keluarga terusir dari lahan yang disengketakan dan dimenangkan oleh penggugat (Kumala Jaya-red). Termasuk Ida, yang meskipun membeli dengan sah, namun tetap kalah dimata hukum. Terkait masalah jual beli lahan kepadanya, Ida hanya menyerahkan kepada Tuhan.

“Terserah Allah sudah mau seperti apa, mungkin ini jalannya, bukan rezeki kami, meskipun benar-benar kami beli, dan kepada pemerintah kalau bisa bantu kami,” tutupnya.(mta)