Perangi Narkoba Jangan Hanya Slogan

TANJUNG REDEB – Berau sudah darurat narkoba, bagaimana tidak berdasarkan data dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau, periode Januari-Juni 2016 secara rata-rata setiap 2 hari terjadi 1 kasus narkoba dengan 1-2 orang tersangka dan barang bukti Sabu-Sabu (SS) seberat 3,76 gram serta 431 butir pil LL.

Kondisi ini harus menjadi kekhawatiran bagi masa depan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, memerangi narkoba seperti yang diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0902/TRD, Letkol CZI Slamet Santoso, membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak. Termasuk pemuda-pemudi itu sendiri.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP), Desy Fitriansyah mengatakan, perang terhadap narkoba tidak hanya memerangi barang haram itu saja, namun juga memerangi sistem-sistem yang belum maksimal. Artinya, segala sistem yang masih dianggap lemah keberadaannya dalam memerangi narkoba harus kembali diperkuat.

"Memerangi narkoba bukan hanya kita memerangi barangnya saja. Tapi lebih kepada sistem yang menurut saya masih sangat mudah untuk menjadikan bangsa ini hancur. Contohnya seperti masih banyaknya narapidana yang bebas bertransaksi maupun mengkonsumsi barang haram tersebut, bahkan ada beberapa kasus kepala lapasnya pun ikut terlibat. Nah, itu kan jelas bahwa masih ada sistem yang tidak benar dalam upaya kita memerangi narkoba," ungkapnya saat bertandang ke redaksi beraunews.com, Selasa (14/6/2016).

Memerangi narkoba yang menghantui masa depan anak bangsa, khususnya di Kabupaten Berau, semua elemen harus bersinergi mewujudkan pemuda Indonesia yang bebas narkoba. Dalam hal ini, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, diharapkan menjadi lembaga yang benar-benar dapat memberikan pengetahuan maupun pemahaman tentang bahaya narkoba bagi masa depan anak bangsa. Begitu juga dengan alasan para pengguna maupun pengedar narkoba saat tertangkap, yakni lantaran keadaan ekonomi yang mendesak.

"Saat ini urusan narkoba bukan lagi urusan aparat keamanan saja, tapi urusan kita semua. Bahkan banyak alasan yang dikemukakan para pengedar narkoba bahwa mereka melakukan hal itu karena desakan ekonomi. Jadi ketersediaan lapangan kerja juga harus menjadi perhatian agar mereka tidak ada lagi alasan untuk mengedarkan atau menjual narkoba karena kebutuhan ekonomi. Saya sangat berharap ke depan memerangi narkoba bukan hanya sekadar slogan saja, tapi juga kita bisa bertindak nyata," tutupnya.(mta)