Aksesoris Sisik Penyu Masih Marak Di Pulau Derawan

PULAU DERAWAN – Meski secera tegas Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Berau melarang pemanfaatan sisik penyu sebagai aksesoris, namun larangan tersebut hanya berlaku sesaat saja. Pasalnya, meski telah kerap  kali dirazia, tak membuat para pedagang aksesoris di Pulau Derawan takut.

Lihat saja disalah satu toko yang berada di Kampung Pulau Derawan, para pengunjung dengan sangat mudah menemukan aksesoris berbahan dasar sisik penyu, padahal tepat di pintu masuk toko telah tertempel stiker dukungan untuk menjaga kelestarian penyu hijau dari perburuan pengrajin sisik.

Danan, wisatawan asal Jakarta mengaku tak perlu bersusah payah mencari aksesoris dengan bahan dasar sisik penyu. Meski dirinya mengetahui pemanfaatan sisik penyu dilarang, namun dirinya memang gemar mengoleksi pernak-pernik khas daerah itu.

"Iya ini ada jual gelang dan juga cincin sisik penyu, saya gemar koleksi cinderamata asal suatu daerah. Tadinya saya pikir sulit mencari aksesoris ini, karena saya tahu pemanfaatan sisik penyu itu dilarang, tapi ternyata sangat mudah ditemukan di Derawan ini," ungkapnya.

Dikatakan Danan, satu gelang sisik  dari bahan penyu hijau ukuran sedang dirinya membeli seharga Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, sementara untuk cincin berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

"Macam-macam harganya, ada yang Rp5 ribu, ada juga sampai Rp25 ribu per aksesoris tergantung bentuknya," jelasnya.

Untuk diketahui, pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5/1990, secara tegas melarang pemanfaatan bagian tubuh hewan yang lindungi dan barang siapa yang melanggarnya akan diancam hukuman kurungan penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 Juta. Namun, tampaknya larangan itu hanya menjadi isapan jempol belaka.(msz)