Bikin Kunci Dari Kayu, Dua Napi Berhasil Kabur Dari Rutan

 

TANJUNG REDEB – Dua Narapidana (Napi) kasus narkoba Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb bernama Joni, warga Jalan H. Isa I, Gang Padat Karya dan Fadli, warga Limunjan, Kecamatan Sambaliung, berhasil kabur, Jumat (4/11/2016) sekitar pukul 04.00 Wita dini hari tadi.

Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Agus Dwirijanto mengatakan, kedua napi itu menggunakan anak kunci yang mereka buat dari kayu untuk membuka gembok yang ada. Setelah itu mereka kabur ke arah tembok belakang rutan.

"Jadi kita temukan kunci kayu itu sudah tergeletak di bawah. Itu diduga yang digunakan mereka untuk kabur," ungkapnya kepada beraunews.com.

Setelah melarikan diri menuju tembok belakang, kedua napi menggunakan sarung yang dijadikan tali oleh keduanya untuk menuruni tembok yang diberi pengamanan kawat.

"Tadi malam kita cek masih ada sarung bekas mereka gunakan untuk melarikan diri," tambahnya.

Saat kejadian, Agus menjelaskan, jika penjagaan hanya ada dua petugas. Sementara, keduanya harus mengontrol dua napi yang sedang sakit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.

"Memang kita akui petugas kita minim, seharunya 4 pos penjagaan yang ada terisi semua, tapi karena petugas kita kurang hanya dua yang jaga dan itu juga harus bergantian memantau napi lain di RS yang sedang sakit," terangnya.

Dikatakannya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Polres Berau untuk membantu melakukan pencarian terhadap kedua napi yang kabur tersebut. Beberapa personel Polres Berau juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Sudah ada koordinasi dengan Polres. Kapolres dan Wakapolres juga sudah meninjau TKP dan tim juga sudah membantu mencari dua napi ini," bebernya.

Kejadian ini sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran Agus, apalagi melihat kapasitas rutan yang sudah melebihi jumlah tahanan seharusnya. Standar kapasitas rutan yang seharusnya 180 orang dan saat ini sudah diisi 730 orang.

"Ini menjadi kekhawatiran kita sejak dulu, meski tinggi pagar pembatas mencapai 6 meter, tapi tidak menutup kemungkinan napi tetap berupaya kabur," pungkasnya.(Dedy Warseto)