Imigrasi Berau Deportasi 2 WNA Asal China

TANJUNG REDEB – Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb terus berupaya meningkatkan kinerja jajarnya dalam melakukan pengawasan terhadap  Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan. Hal tersebut dilakukan, menyusul masih ditemukanya sejumlah WNA yang bekerja di Indonesia, namun tak miliki izin kerja atau izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi yang ditemui beraunews.com diruang kerjanya, Jum’at (10/6/2016) mengatakan, selama kurun waktu Januari hingga Juni 2016, pihaknya telah mendeportasi 2 orang WNA asal China yang menyalahgunakan izin tinggal.

"Selama Januari sampai Juni 2016 ini, kita sudah mendeportasi 2 WNA asal China. Mereka tertangkap tim, setelah menyalahgunakan izin tinggal. Izin yang dimiliki hanya untuk wisata, tapi malah digunakan untuk bekerja disalah satu perusahaan di wilayah Kabupaten Bulungan,“ bebernya.

Dikatakannya, pelanggaran izin tinggal yang kerap dilakukan WNA, tetap menjadi ancaman serius bagi pihaknya. Pasalnya, dengan banyaknya perusahaan di Berau dan Bulungan yang menjadi wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, sangat mungkin terjadi banyak pekerja asing yang tak milki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

“Dengan wilayah kerja yang luas ini, tidak menutup kemungkinan kalau diantara perusahan yang ada di Berau dan Bulungan yang bemain, dengan menyembunyikan pekerja asing yang tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara. Saat ini, baru sekitar 100 WNA terdaftar diwilayah kerja kita,“ ujarnya.

Demi menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan dari ancamana WNA, maka Erwin berharap peran aktif masyarakat memberikan informasi terkait keberadaan WNA yang mencurigakan, khususnya bagi pihak perhotelan.

“Jika ada WNA yang nginap di hotel, kami minta pihak hotel melaporkan. Saat ini, meski belum semua hotel, namun sudah ada beberapa hotel yang telah bekerja sama. Selain pihak perhotelan, peran serta masyarakat baik di daerah wisata atau karyawan pertambangan dan perkebunan, kami harap juga bisa berperan aktif dalam memberikan informasi terhadap WNA nakal kepada imigasri, agar bisa kami tindaklanjuti dengan segera,“ pungkasnya.(msz)