Pasangan Bukan Pasutri Kembali Digrebek, Pijat Nakal Masih Operasi

 

TANJUNG REDEB – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali mengamankan pasangan bukan pasutri yang diduga melakukan hubungan intim di salah satu panti pijat, Selasa (11/10/2016) sekitar pukul 15.00 Wita. Selain pasangan bukan pasutri ini, pihaknya juga mengamankan seorang pekerja pijat di Jalan Pemuda yang mengaktifkan panti pijat yang belum berizin.

Kepala Satpol PP, Iramsyah melalui Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Said Idrus mengatakan, dalam patroli ini pihaknya mendatangi 4 panti pijat yang terindikasi melakukan aktivitas prostitusi terselubung. Alhasil, pihaknya mengamankan 11 orang.

"Saat kita cek beberapa pantai pijat tersebut, kita amankan beberapa pekerja yang tidak memiliki identitas maupun yang terindikasi melakukan hubungan badan," ungkapnya kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Satpol PP Temukan KTP Sementara Yang Aneh

Selain itu, dari salah satu panti pijat, pihaknya juga menemukan ada yang masih buka namun belum memiliki izin. Padahal sebelumnya sudah terjaring dalam operasi dan bersepakat untuk tidak melakukan aktivitas atau pekerjaan pijat dan menerima tamu atau pasien sebelum memiliki izin.

"Kami bawa pekerja pijat tersebut dan menunggu pemiliknya datang, karena kami sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan agar tidak buka sebelum izin keluar tapi dia melanggar," lanjutnya.

Terkait pasangan bukan pasutri yang diamankan, dikatakan Said, akan diserahkan, ditindaklanjuti dan diproses ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP. Bukan hanya itu, namun yang melanggar kesepakatan pun akan ditindaklanjuti oleh tim PPNS.

"Jadi dalam operasi ini kita temukan dua pelanggaran Peraturan Daerah (Perda), yaitu Perda Nomor 2/2007 tentang pelacuran dan Perda Nomor 13/2012 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat," bebernya.

Satpol PP masih akan terus melakukan patroli dan pengawasan beberapa tempat yang terindikasi melakukan aktivitas pelacuran, guna mendukung program pemerintah agar Berau bebas dari tempat prostitusi dan juga kita menegakkan Perda yang ada.

"Kami harap ada kerjasama juga dari masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif dan jika memang melihat atau mengetahui adanya yang bisa mengganggu ketertiban, maka segera Laporkan," pungkasnya.(Dedy Warseto)