Lamin, Lokalisasi Prostitusi Terbesar Di Berau Itu Akhirnya Ditutup

 

TELUK BAYUR – Akhirnya, tempat prostitusi terbesar di Kabupaten Berau yang ada di Lamin ditutup oleh pemerintah Kecamatan Teluk Bayur. Penutupan tersebut dilakukan Kamis (6/10/2016) tadi sekira pukul 12.00 Wita.

Sebelum dilakukan kegiatan, terlebih dulu puluhan personel tim gabungan yang terdiri dari pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP melakukan briefing (pengarahan-red) di Kantor Kecamatan pada pukul 10.00 Wita. Kemudian, tim tersebut menuju Lamin untuk melakukan eksekusi sekira Pukul 11.30 Wita.

Camat Teluk Bayur, Mulyadi menyampaikan, penutupan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Bupati Berau, yang tidak ingin ada kegiatan prostitusi di wilayah Kabupaten Berau. Menurutnya, penutupan tersebut juga sudah sesuai dengan prosedur, yakni lebih dulu melakukan sosialisasi dan pendekatan-pendekatan kepada pihak pengelola lokalisasi.

BACA JUGA : Camat Teluk Siap Tutup Lamin

"Tadi ada delapan THM yang kita tutup. Memang kabar awal yang kita terima ada sebelas THM, namun tiga ini sudah duluan tutup. Jadi, hanya delapan itu saja yang kita lakukan penutupan siang tadi," ungkapnya kepada beraunews.com.

 

Seperti diketahui, sebagian besar lokalisasi yang ada di Lamin merupakan illegal, alias tidak memiliki izin usaha. Meski demikian, dikatakan Mulyadi, saat dilakukan penutupan ada beberapa pengelola yang mengaku tengah merampungkan dokumen guna legalitas lokalisasi miliknya. Namun, hal itu tidak menghalangi pemerintah Kecamatan Teluk bayur melakukan penutupan.

"Ada yang mengaku masih proses pengurusan. Tapi kita tidak mau tahu, selama THM itu tidak memiliki izin tetap ditutup. Apalagi yang tidak memiliki izin, sudah jelas melanggar aturan. Yang jelas selama itu untuk kegiatan prostitusi itu tidak kita benarkan," bebernya.

Meski sudah ditutup, Mulyadi mengaku akan terus melakukan pengawasan dan pantauan secara berkala terkait aktivitas lokalisasi yang sudah ditutup tersebut. Karena menurutnya, hal itu penting agar tidak ada aktivitas sembunyi-sembunyi yang dilakukan pihak pengelola. Apalagi, saat kegiatan dilakukan para WTS yang bekerja dilokalisasi tersebut sudah tidak lagi terlihat dilokasi.

"Pengawasan sudah pasti dilakukan. Kita harap, kegiatan seperti dilakukan di wilayah Teluk Bayur," harapnya.

 

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kasi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan Satpol PP Berau, Said Idrus menyampaikan, penutupan tersebut dilakukan tanpa ada kendala atau protes dari pihak pengelola. Bahkan, pihaknya hanya memerlukan waktu tidak lebih dari dua jam untuk melakukan kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah lancar. Delapan THM yang kita tutup tidak menemui kendala," bebernya.

Kendati demikian, sebagai aparat penegak perda, pihaknya akan terus melakukan pemantauan, terhadap setiap kegiatan di sejumlah lokalisasi telah ditutup tersebut. Tidak hanya di Lamin, pihaknya juga akan selalu melakukan kegiatan operasi diseputaran Kecamatan Tanjung Redeb guna meminimalisir kegiatan prostitusi yang diduga hingga kini masih terjadi.

"Nah jika dalam kegiatan kita kembali menemukan tindakan yang melanggar perda seperti prostitusi dan miras, tentu akan tindak dan amankan," bebernya.(Hendra Irawan)