Banpol PP Terlibat Narkoba Akan Diberhentikan

 

TANJUNG REDEB – Satu dari tiga orang yang diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau, Senin (19/16/2016) kemarin berstatus tenaga kontrak Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP), yakni Aw (29). Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Satpol PP, Iramsyah.

“Kalau itu benar. Tapi untuk diketahui kalau dia bukan Satpol PP, dia hanya pegawai kontrak atau Banpol PP,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (21/9/2016).

Akibat kasus tersebut, Iramsyah mengaku merasa malu. Pasalnya, nama kesatuan yang dipimpinnya menjadi tercoreng oleh oknum yang bermain dengan narkotika. Padahal, dirinya tak henti-henti memberi pembinaan saat apel pagi, agar seluruh personel jauh dari narkoba.

“Memang bikin malu, saya sudah sering kali ingatkan anggota saya saat upacara tapi kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi,” katanya.

BACA JUGA : Pesta Sabu, Pegawai Honorer Satpol PP Digrebek Polisi

Iramsyah menjelaskan, perekrutan tenaga tenaga kontrak atau Banpol PP sebenarnya sudah melalui berbagai tes, termasuk tes urine yang dilakukan langsung oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau.

“Kita tidak tahu dia menggunakan narkoba sejak kapan. Yang jelas, saat penerimaan itu sudah melalui test dan BNK langsung yang melakukannya,” tambahnya.

Dikatakannya, sebelum terjadinya kasus ini, pihaknya sudah mengajukan surat untuk pemeriksaan kembali terhadap anggota Satpol PP dan Banpol PP yang ada. Hal itu jelas untuk mengantisipasi adanya anggota yang menggunakan narkoba.

“Kalau pemeriksaannya itu sebenarnya kita agendakan 1 tahun itu dua kali, dan rencananya memang kita mau lakukan itu sebelum ada kasus ini. Kalau memang ada yang terindikasi, ya kita bina atau kita berhentikan langsung,” jelasnya.

Terkait kejadian ini, pihaknya memastikan jika oknum yang terlibat narkoba tersebut secara otomatis akan diberhentikan.

“Jelas diproses untuk diberhentikan. Untuk apa lagi, karena sudah bikin malu begitu kok,” pungkasnya.(Dedy Warseto)