Berau Expo Jadi Ajang Parkir Liar Meraup Keuntungan

 

TELUK BAYUR – Maraknya keluhan masyarakat di berbagai media sosial, baik Facebook, WhatsApp dan sebagainya, terkait tingginya tarif parkir ilegal di sekitar Kawasan Jalan Raden Ayoeb untuk pengunjung Berau Expo, membuat Polsek Tanjung Redeb segera mengambil langkah persuasif, dengan mendatangi satu per satu pemilik atau pengelola parkir dadakan tersebut.

Terlihat personil Polsek Tanjung Redeb bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bedungun yang tiba dilokasi langsung mengimbau para pemilik atau pengelola parkir dadakan itu agar menstandarkan tarif parkir kendaraan menjadi Rp5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat.

“Kami mohon perhatian bapak/ibu agar tarif parkirannya disamakan semua. Di media sosial dan ada juga laporan langsung dari masyarakat ke kami, keberatan dengan tarif parkir disini yang katanya bisa sampai Rp25 ribu. Kalau yang disana-sana sudah Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5 ribu untuk motor. Kami harapkan disini juga seperti itu,” ujar salah satu petugas Polsek Tanjung Redeb kepada salah satu pengelola parkir, Jum’at (16/9/2016).

Seperti yang disampaikan salah seorang pemilik mobil, Agus menilai, tarif Rp25 ribu per mobil itu, termasuk terbilang tinggi dan terkesan memeras pemilik kendaraan yang ingin mengunjungi Berau Expo kali ini.

"Kalau tahun lalu disini gratis. Tapi, kalau sampai Rp25 ribu kelewatan juga. Rp10 ribu itu masih wajar lah," ucapnya.

Sementara itu, salah satu pengelola parkir, Masdar mengakui, tarif parkir yang diterapkannya sekitar Rp20 ribu untuk mobil dan Rp10 ribu untuk motor. Namun, harga tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan yang diterapkannya pengelola parkir lainnya, yang berada tepat disamping lahan parkirnya sebesar Rp25 ribu per mobil dan Rp10 ribu per motor.

“Kami mau saja kalau seperti itu, tapi kami minta yang sebelah juga dikasih tahu. Yang sebelah memang Rp25 ribu, kalau kami Rp20 ribu. Kalau kami nanti ikut Rp10 ribu, takut yang sebelah marah karena kemarin mereka juga yang suruh kita ikutin harganya dia,” ujarnya.

 

Hal berbeda diungkapkan pengelola parkir lainnya, Nurma. Ia tidak mengakui jika dirinya menerapkan tarif parkir sebesar Rp10 ribu per motor. Padahal, menurut keterangan pengelola parkir lainnya, dirinya pun menerapkan tarif parkir motor yang cukup tinggi tersebut.

Warga Jalan Bujangga ini hanya menyediakan lahan parkir untuk kendaraan roda dua. Ia bersama anaknya juga hanya mengelola lahan parkir yang dipinjamkan kepadanya. Di tahun sebelumnya, ia juga mengelola parkir dadakan dan mendapatkan bagi hasil dari pendapatan parkir itu sebesar 25 persen dari pemilik lahan.

“Kalau saya masih Rp5 ribu pak. Kadang ada juga yang bayar Rp3 ribu, kadang ada yang lolos (tidak bayar) juga. Ini saya cuma bagi hasil sama Pak Wijaya, dikasih persen aja. Tahun kemarin 25 persen, kalau sekarang belum tahu,” jelasnya.(Andi Sawega)