Soal Spanduk Bertuliskan PKI, Ini Kata Bupati Dan Ketua DPRD

 

TANJUNG REDEB – Menanggapi aksi vandalisme spanduk berunsur penghinaan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab, Bupati Berau Muharram, mengaku tanpa dirinya melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib, Polres Berau telah berinisiatif mencari barang bukti guna mengungkap pelaku pencoretan dan penghinaan terhadap kepala daerah tersebut.

Dalam sambutannya pada upacara HUT Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206, Muharram mengatakan, hal tersebut biasa terjadi dalam dunia kepemimpinan.

"Kapolres sudah meminta barang bukti spanduk tersebut, apakah nanti akan diproses atau tidak, Wallahu'alam. Bagi saya ini biasa terjadi dalam dunia demokrasi, ada saja yang tidak suka. Boleh memberi kritik, tapi harus dengan cara yang sopan. Bagaimana pun saya ini merupakan bagian dari simbol daerah," ungkapnya, Kamis (15/9/2016).

BACA JUGA : Cari Dan Tangkap Pelaku Pencoretan Spanduk Bertulisan PKI

Disebutkannya, ada sekitar 6 atau 7 spanduk bertuliskan 'PKI' yang dituliskan pelaku dibeberapa tempat. Salah satunya di depan kantor DPRD Berau yang tampak hingga pagi tadi.

"Diberikan hinaan seperti itu kan kurang layak rasanya. Tapi semoga yang melakukan itu suatu saat bisa menyadari apa yang dia lakukan, dan tidak lagi mengulangi perbuatan tersebut," katanya.

 

Selain itu, ia juga mengatakan, perlakuan tersebut tetap ai diterima dengan bijaksana, membina dan menyadarkan pelaku tersebut.

"Saya biasa saja. Hanya perlu diketahui bahwa yang menghina pemimpinnya sebetulnya telah menghina dirinya sendiri. Saya tidak akan melakukan upaya-upaya lebih lanjut. Tapi bisa jadi orang yang melakukan mungkin yang kurang puas dan kurang menerima kami untuk memimpin Berau," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah, menyayangkan dengan apa yang dilakukan pelaku vandalisme tersebut. Menurutnya hal tersebut sama dengan tidak menghargai kepemimpinan baru saat ini. Untuk mencegah terulang hal serupa, ia berharap pihak berwajib dapat mengusut tuntas pelaku vandalisme tersebut.

"Semoga bisa ditemukan pelakunya dan diusut tuntas agar tidak lagi melakukan hal yang sama. Pemimpin kita adalah kita juga, karena mereka yang membawa daerah ini, jika mau dikritik mesti dengan cara yang lebih baik," tandasnya.(Marta)