Dokter Gadungan Asal Tiongkok Bakal Segera Disidang

 

TANJUNG REDEB – Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb telah meningkatkan status pemeriksaan 2 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, dari yang semula penyelidikan menjadi penyidikan. Kenaikan status itu, menyusul sejumlah berkas yang diperlukan pihak Imigrasi telah terpenuhi.

Sebagaimana diketahui, 2 orang WNA yang bernama Huang Wenbin (40) dan Huang Zhezhong (50), diamankan pihak Imigrasi saat hendak melakukan aksinya sebagai dokter gadungan dan menjual berbagai macam obat-obatan tradisional di Kampung Merancang Ilir, Kecamatan Gunung Tabur, Selasa (9/8/2016) lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi mengakui jika pihaknya terus mengejar proses pemeriksaan terhadap pelaku dengan memeriksa 7 orang saksi. Dengan naiknya proses penyidikan ini, pihaknya juga tengah mengupayakan memenuhi segala bentuk keperluan dalam memenuhi pemeriksaan sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb.

“Kita ajukan ke Kemekumham untuk memberikan fasilitas penerjemah bahasa Mandarin sebagai pendamping dalam penyidikan nantinya. Selain itu, kita juga terus mendalami terkait adanya temuan baru selama proses penyelidikan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (7/9/2016).

BACA JUGA : Dokter Gadungan Asal Tiongkok Diamankan Imigrasi

Dikatakannya, Imigrasi melalui tim penyidik juga telah berhasil mengamankan paspor milik kedua WNA yang sempat tidak ditemukan saat dilakukan penangkapan. Selain itu, pihaknya juga telah mengunjungi Rumah Sakit Siloam di Tangerang untuk memeriksa kebenaran surat yang dipegang pelaku.

“Ternyata Rumah Sakit Siloam secara tegas mengatakan surat tersebut palsu,” bebernya.

Dengan naiknya proses penyelidikan menjadi penyidikan, kedua WNA asal Tiongkok itu pun saat ini telah dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb sebagaimana ketentuan yang ada. Erwin menargetkan proses hukum terhadap pelaku dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

BACA JUGA : Imigrasi Dalami Keterlibatan WNI Dalam Operasi Dokter Palsu Asal Tiongkok

“Semakin cepat semakin baik, kita genjot terus. Kalau kita lama-lama kerjaan kita yang lain akan terkendala. Personel kita terbatas soalnya. Seluruh berkas juga segera dipenuhi sebelum diserahkan ke Kejaksaan agar tidak menjadi kendala untuk mengajukan persidangan,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)